Sikap Hati Terhadap Uang

Viewed : 351 views

Pengkhotbah 5:10
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya. Inipun sia-sia.

Uang adalah salah satu kebutuhan dalam hidup kita. Segala sesuatu rasanya perlu uang sebagai uang. Hanya saja perlu diingat bahwa uang bukanlah segala-galanya dan uang tetap saja merupakan benda yang terbatas.

Karena itu mari kita berupaya dan miliki sifat rajin dan gigih serta giatlah bekerja. Kalau bisa, kita menjadi manusia yang produktif. Untuk itu jauhi sifat malas dan berdoalah agar kita tetap memperoleh rejeki untuk kebutuhan setiap hari. Dengan demikian, paling tidak, kebutuhan hidup kita terpenuhi.

Apa yang dikatakan dalam ayat di atas adalah kebanaran bagi kita, bahwa siapa yang mencintai uang, dia tidak akan pernah puas dengan uang, walau perolehannya banyak. Siapa yang mencintai kekayaan, dia tidak akan pernah puas dengan penghasilannya, walau harta serasa mengalir deras untuknya.

Kita diingatkan agar senantiasa menjaga sikap hati terhadap uang.
Jangan tamak!
Jangan rakus!
Jangan serakah!

Dengan uang yang diperoleh, ingatlah tanggung jawab kita untuk Tuhan, untuk keluarga dan untuk diri sendiri. Bijaksanalah mempergunakan dan mengelola uang sebagai titipan dan karunia Allah dalam hidup kita masing-masing.

Dengan uang kita dapat terhilang, tetapi dengan uang kita dapat menjadi berarti dan penuh makna dalam hidup ini. Hal ini semua terpulang kepada hati kita… di manakah hati kita?

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati serta memenuhi apa yang kita perlu. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Robert Lens

Comments

comments