Suasana Hati Tidak Dapat Menerima

Viewed : 606 views

Amsal 18:12
Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.

Keinginan untuk lebih maju, berprestasi dan berhasil adalah hal yang baik dan haruslah demikian. Tetapi dalam mendapatkannya, sering secara berlebihan seseorang merasa orang lain adalah saingan dalam keinginannya untuk berhasil.

Banyak orang tidak dapat menerima kenyataan bahwa orang lain memiliki nilai lebih. Berbagai cara dipaksakan agar tampil lebih dari orang lain dalam segala hal, padahal daya dan kemampuannya tidak untuk itu.

Ketika tidak berhasil, sering timbul rasa kecewa, frustrasi. Bahkan timbul penyakit.

Sering juga timbul tinggi hati, dimana suasana hati tidak dapat menerima kalau orang lain lebih baik, lebih beruntung, kalau pendapat orang lebih diterima, dan sebagainya.

Orang yang tinggi akan sulit bersyukur. Ketinggian hati dapat merusak kualitas hubungan kita dengan orang lain, dan juga merusak hubungan kita dengan Tuhan tentunya. Sikap seperti ini kalau dipelihara terus, dapat membawa kehancuran.

Sesuai dengan penulis Amsal katakan, ”Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan”, maka marilah kita tanggalkan dan buanglah sikap tinggi hati dan rendahkanlah hati di hadapan Allah!

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by ErikaWittlieb from Pixabay

Comments

comments