Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.
Kita bermegah karena Tuhan Pencipta alam semesta ini adalah Bapa kita dan kita menjadi ahli waris-Nya.
Kemegahan utama kita bukan karena status kita sebagai ahli waris, tetapi karena kita dapat menikmati kebersamaan dengan Allah sejak sekarang hingga kekekalan.
Senangnya Kerajaan-Nya kelak tidak hanya terletak kepada suasananya, tetapi terlebih karena kita akan bertemu dengan Tuhan Yesus dan selamanya kita bersama Dia.
Sengsaranya dalam hukuman kekal bukanlah karena digambarkan sebagai api yang bernyala-nyala saja, tetapi karena di sana tidak ada kebersamaan bersama Allah, melainkan iblis yang menemani selamanya.
Seorang penulis secara ekstrim pernah berkata bahwa dia akan merasa sepi di Surga bila Tuhan tidak ada di sana, dan dia bersedia tinggal di neraka bila di sana ada Allah. Tentu saja hal ini tidak mungkin atau hanyalah sebatas pemikirannya saja, sebab Takhta Allah adalah di Kerajaan Sorga. Penulis itu sedang menekankan suatu nilai kebenaran tentang betapa megahnya dan pentingnya kebersamaan dengan Allah.
Sebab itu dari perkataan rasul Paulus di dalam ayat di atas, kita diajak untuk semakin mengenal Yesus Kristus. Kita bermegah di dalam kesatuan dan kebersamaan serta pengenalan kita akan Dia.
P u j i T u h a n !
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkti kita senantiasa. Amin.
Salam dan dioa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Tim Wildsmith on Unsplash




