Filipi 2:1-4
Jadi karena dalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan, karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.
Di siang hari, ketika sedang sibuk bekerja, seorang karyawan terkejut karena ada yang mengatakan mobilnya ringsek ditabrak truk di tempat parkir.
Orang itu bergegas pergi untuk melihat. Dia jadi sedih dan galau.
Setelah dilihat, ternyata bukan mobilnya yang ditabrak, tapi mobil orang lain yang serupa tipenya.
Orang itu lega dan menarik nafas panjang sambil mengucapkan, “Syukurlah! bukan mobilku, tapi mobil si Anu yang ketabrak.”
Diapun berbalik kerja dan senang rasanya.
Ketika kita mendengar kabar buruk atau kejadian yang kurang menguntungkan tentang orang lain, bahkan musibah itu menimpa orang yang kita kenal, terkadang kecenderungan kita adalah kita seolah lega karena kejadian buruk itu tidak menimpa kita, tapi orang lain.
Benarkah sikap yang demikian?
Semestinyalah kita merasa bersimpati. Ikut merasakan apa yang sedang dialami orang lain. Inilah makna kepekaan dan kepedulian kita. Inilah makna kebersamaan dan kesetiakawanan.
Rasul Paulus katakan di dalam Filipi 2:4, “’dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.”
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa.
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Godisable Jacob



