Bagaimana Pengenalan Kita Akan Kristus?

Viewed : 1,393 views

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya

Ketika belum mengenal Yesus, Paulus yang bernama Saulus sangat membenci setiap orang yang percaya kepada Yesus. Saulus mengejar-ngejar pengikut Kristus. Dia menyangka bahwa perbuatannya itu merupakan amal bakti dan merasa berjasa besar.

Dalam kemarahannya yang menyala-nyala, dia mengejar orang Kristen ke Damsyik. Di situlah Yesus memperkenalkan diri-Nya kepada Paulus dengan cara ajaib.

Cahaya terang melingkupi Saulus sehingga dia tak sanggup memandang dan jatuh serta terhempas ke tanah. Saulus mendengar suara, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?”

Saulus dalam kebingungannya menjawab, “Siapakah Engkau, Tuhan?”

Saulus selama ini sama sekali tidak mengenal Yesus dan peristiwa ini merupakan titik balik dalam hidupnya dimana dia mulai bertanya siapakah Yesus dan sudah mulai membuka diri untuk mengenal Yesus.

Selanjutnya kita tahu bagaimana hidup Paulus dalam pengenalannya yang menjadi teladan bagi kita dan bagi siapa saja yang mendambakan pengenalan yang sejati terhadap Yesus.

Pengenalan Paulus akan Yesus merubah pola pikir dan tujuan hidupnya dari kehidupan yang sia-sia menjadi kehidupan penuh makna di dalam Kristus.

Bagaimana pengenalan kita akan Kristus?
Apakah semakin lama semakin mendalam atau semakin dangkal?

Pengenalan kita kepada Kristus merupakan suatu proses. Karena itu mari kita terus menerus dibangun dalam kehidupan yang semakin mengenal Dia,
S e m o g a !

Selamat beraktifitas

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Arno Senoner on Unsplash

Comments

comments