Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.
Kita sungguh bersyukur karena Allah adalah Bapa kita, dan kita menjadi ahli waris-Nya. Namun kemegahan utama kita bukan hanya karena status kita sebagai ahli waris saja, tetapi lebih dari itu adalah karena kita dapat menikmati kebersamaan dengan Kristus sejak sekarang hingga kekekalan. Kita akan bertemu dengan Tuhan Yesus dan selamanya kita bersama Dia.
Sengsaranya dalam hukuman kekal bukanlah karena sering dikatakan sebagai api yang bernyala-nyala, tetapi karena di sana tidak ada kebersamaan bersama Allah.
Seorang penulis dengan cara ekstrim dalam sebuah artikelnya mengatakan bahwa dia akan kesepian di Surga andaikan Tuhan Yesus tidak ada di sana. Sebaliknya dia bersedia tinggal di neraka seandainya di sana ada Kristus. Tentu saja hal ini tidak mungkin. Hanyalah sebatas pengandaiannya saja, sebab Takhta Allah adalah di Kerajaan Sorga. Penulis itu ingin menekankan sebuah nilai kebenaran yang sangat mendasar tentang arti betapa megahnya dan betapa pentingnya kebersamaan dengan Allah di dalam Kristus.
Seorang pemuda yang sedang kasmaran merasa kesepian ketika pergi ke rumah pacarnya dan menemukan bahwa ternyata tanpa setahunya kekasihnya itu sedang di luar kota. Walau saat itu dia dijamu dan disambut dengan sangat baik, tapi dirinya seakan kehilangan sesuatu yang amat berharga. Apakah itu?
Sebaliknya pemuda lain yang juga sedang kasmaran merasa damai penuh karena sedang menikmati kebersamaan dengan kekasihnya walau di depannya hanya tersedia air putih tak berasa.
Karena itu, apa yang dikatakan rasul Paulus di dalam ayat di atas adalah berupa ajakan untuk kita semakin semangat mengenal Yesus Kristus dengan mengatakan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya… … …”
Kemegahan kita adalah dalam kesatuan dan kebersamaan serta pengenalan kita akan Tuhan Yesus. Dan hal itu sudah kita miliki.
P u j i T u h a n !
Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




