Kita Lebih Berharga dari Burung

Viewed : 1,048 views

Matius 6:26
Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

Melihat sekumpulan burung hinggap di pagar di pagi, terasa ada rasa iri di hati. Burung-burung itu seolah bercanda satu sama lain dengan suara khasnya.

Sekejap kemudian burung itu terbang pergi ke tempat lain dan kembali lagi ke tempat semula.

Sementara saya ini sedang memiliki beban pikiran untuk hidup hari ini. Terasa otak ini penuh dan jenuh berpikir. Hati sedang menimbang-nimbang akan apa yang harus dilakukan hari ini.

Tentu pastilah kita harus berpikir untuk mengambil keputusan. Namun sering terlalu keras mikirnya, sehingga sukacita dan damai seolah pergi… pergi dibawa burung-burung itu.

Lalu hati saya menjerit dan seolah mulut ingin berkata, “Hai burung-burung, janganlah bawa pergi damai itu semuanya, sisakanlah sedikit untukku!”

Di saat seperti itu, ayat di atas mengingatkan dan berkata ke arahku, “Hai sahabatku, pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?”

Benar…
Aku lebih berharga dari burung.
Bapaku menjaga dan memeliharaku.
Tuhan menyertaiku.
Dia mengasihi dan sayang padaku.
Akupun lega.
Sukacitaku dikembalikan.
P u j i T u h a n !

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Anne Nygård on Unsplash

Comments

comments