Yang Kuat Menanggung yang Tidak Kuat

Viewed : 976 views

Roma 15:1
Kita yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.

Letnan Christoper mengawasi anak buahnya bekerja. Ketika seorang bawahannya mengangkat kayu yang besar nyaris tak terangkat karena begitu berat, Letnan Christoper marah dan membentak. Sedikitpun dia tidak mau menolong langsung.

Pada saat itu lewatlah seorang berkuda dan memperhatikan Cristoper marah-marah sementara anak buahnya mengerang keletihan. Orang itu bertanya mengapa Christoper hanya marah saja. Akan lebih baik dalam situasi seperti itu Christoperpun ikut membantu meringankan beban anak buahnya.

Dengan sinis dan sombong, Christoper mengatakan bahwa dia adalah seorang mandor dan tidak pantas mengangkat beban itu. Itu bukan urusannya sebab dia adalah seorang atasan.

Tanpa memperdulikan Letnan Christoper, orang itu menolong buruh tersebut sehingga kayu besar itu dapat diangkat.

Setelah itu Christoper bertanya siapa orang tersebut, kok bertindak berlebihan sok menolong. Orang itu member secarik kertas dan menulis namanya: Jendral George Washington, Dialah yang kelak menjadi Presiden Amerika Serikat.

Letnan Christoper pucat dan gugup setelah dia tahu siapa orang yang bediri di depannya. Christoper tidak tahu harus berbuat apa dan bagaimana memberi hormat karena dia begitu congkak sebelumnya. Jendral Washington berlalu dan melambaikan tangannya kepada Christoper.

Bagaikan Letnan Christoper… status dan keadaan kita sering menghalangi kita untuk melakukan tindakan kasih terhadap kebutuhan orang lain, padahal sebetulnya kita dimampukan untuk melakukannya. Kita kurang peka.

Betapa sering kesombongan dan keangkuhan membuat kita tidak menyatu dan tidak memiliki kebersamaan dengan orang lain.

Seperti apa yang dikatakan rasul Paulus, ”Kita yang kuat wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri”, sebagai murid Kristus, marilah kita saling memperhatikan dan saling membangun, serta menikmati kebersamaan di dalam Dia.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by British Library on Unsplash

Comments

comments