Pengkhotbah 11:6
Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.
Ada seorang mengupas buah pepaya, kemudian bijinya ditabur. Setelah ditunggu beberapa waktu, hanya beberapa saja yang tumbuh, dan akhirnya hanya dua pohon yang bertahan dan berbuah.
Begitulah hidup ini. Dari sekian banyak hal yang dikerjakan dan diusahakan, mungkin hanya beberapa saja mendatangkan hasil. Tidak semua terjadi sesuai apa yang diinginkan. Walau begitu tetaplah berupaya… tetap menabur apa yang baik dan benar.
Taburlah apa yang baik meski kita sendiri tidak tahu apakah akan dituai apa yang ditabur itu. Urutan pertama terpenting adalah bagaimana berupaya menanam yang baik. Memperoleh hasil yang baik adalah urutan selanjutnya.
Tetaplah menabur. Jangan berhenti memikirkan dan melakukan apa yang mendatangkan manfaat. Semua kita diberikan Tuhan kesempatan untuk menabur apa yang berfaedah.
Mari meyakini bahwa Tuhan senantiasa membuka jalan bagi kita untuk menjadi berkat dan memberkati sesuai kapasitas dan talenta.
Marilah hari ini menabur. Mari melakukan sesuatu yang membuat minimal ada empat orang merasa berbahagia. Marilah kitapun ikut menikmati kebahagiaan mereka.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.
Teriring salam dan doa dalam kasih-Nya,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




