Mazmur 37:37
Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan
Kita akan merasa nyaman berteman dengan orang yang tulus. Kita tidak perlu menduga-duga hati orang tulus. Kita tidak perlu ragu dengan orang yang hatinya tulus.
Hati yang tulus adalah hati yang jernih. Apa yang dikatakan atau dilakukannya sama dengan apa yang ada di hatinya. Tidak dibuat-buat. Tulus dengan jujur memiliki makna yang sama dan sepadan.
Banyak hubungan persahabatan tidak bertahan lama bahkan putus akibat ketidaktulusan. Betapa sering kita kecewa dengan ketidaktulusan orang. Dan kitapun harus jujur juga bahwa banyak atau ada orang-orang yang kecewa dan tidak puas karena ketidaktulusan kita. Dalam hal ini kita harus minta ampun kepada Tuhan yang menilik segala hati.
Ada beberapa alasan ketidaktulusan, yang mungkin situasional sifatnya, antara lain:
• takut dipersalahkan,
• takut ditolak,
• takut dimarahi,
• takut dinilai rendah,
• takut wibawa jatuh dan hilang,
• dan sebagainya.
Yang paling parah adalah apabila ketidaktulusan menjadi sifat atau karakter. Mungkin ada orang yang merasa senang atau ada kepuasan tersendiri dengan ketidaktulusannya. Puas rasanya atau merasa berhasil jika bisa mengelabui orang.
Ini penyakit!
Ketulusan dan kejujuran akan membuat hubungan kita menjadi baik karena ada damai dan kasih sayang di situ.
Persahabatan dan keakraban akan bertahan bila didasari di atas ketulusan. Itulah sebabnya mengapa dalam ayat di atas disebutkan ada masa depan; karena kualitas kelanggengan hubungan masa depan kita akan dibentuk dan dibangun oleh kedalaman ketulusan.
Rusak dan putusnya hubungan Allah dengan manusia dimulai oleh ketidaktulusan atau tipu daya yang dilontarkan ular itu. Hubungan masa depan antara manusia dengan Allah yang semestinya harmonis, berakhir dengan hadirnya potensi ketidaktulusan.
Oleh berbagai alasan, sering sulit dan banyak tantangannya ketika kita memilih untuk tulus. Tetapi marilah kita berupaya dan berusaha. Dan upaya itu akan berbuah bila kita senantiasa belajar kepada Kristus.
Amsal 11:3
Orang yang jujur dipimpin oleh ketulusannya, tetapi pengkhianat dirusak oleh kecurangannya.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandungs
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




