Kita Butuh Pertolongan Tuhan

Viewed : 347 views

Yohanes 5:5-9
Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.
Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?”
Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.”
Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan.

Ketika berada di kolam Betesda, Tuhan Yesus bertemu dengan seorang yang sakit sudah cukup lama. Sudah 38 tahun dia menunggu. Tentu ini waktu yang tidak sebentar. Dia menantikan air kolam bergoncang agar sembuh. Namun sayangnya, dia tidak mampu masuk ke dalam kolam itu.

Persoalan utamanya adalah tidak ada yang menolong. Dia butuh bantuan untuk dipapah ke dalam kolam. Karena sudah begitu lama menunggu, mungkin rasa sakitnyapun semakin parah.

Ketika Tuhan Yesus bertanya kepadanya apakah dia mau sembuh, orang tersebut tidak menjawab secara eksplisit keinginannya untuk sembuh. Dia menjawab kepada apa yang dia pikirkan sebagai kebutuhannya, yaitu adanya orang yang bersedia mengangkat dan menceburkannya ke dalam kolam.

Boleh jadi, ketika Tuhan Yesus bertanya, dia justru berharap mungkin Yesus yang akan bersedia menemani dan mendampingi. Ketika nantinya air kolam bergoncang, Tuhan Yesus yang akan mengangkatnya ke kolam. Pikiran dia seperti itu mungkin.

Akan tetapi Tuhan Yesus tentu tidak perlu mendampingi dia menanti air kolam itu bergoncang. Dengan kuasa-Nya, langsung saja Tuhan Yesus menyembuhkan dengan cara-Nya. Tuhan Yesus berkuasa.

Tuhan mengenal kita. Dia menawarkan pertolongan dalam menghadapi kehidupan ini. Namun dalam mengatasi masalah, kita sering menghadapinya dengan cara kita. Mungkin sudah lama kita seperti itu. Atau kita sedang berharap ada orang-orang yang akan memberi pertolongan. Tentu boleh-boleh saja

Kita sering berharap sesuatu sesuai konsep yang kita bangun dalam pikiran. Kita berharap dan bergantung kepada sesuatu yang tidak pasti.

Memang kita dapat dan haruslah berupaya untuk memanfaatkan kebolehan dan kemampuan kita plus bantuan orang-orang tertentu untuk menghadapi masalah. Tetapi bila itu saja… tidaklah cukup. Kita butuh pertolongan Tuhan.

Sebab itu, mari kita percayakan hidup ini kepada Tihan Yesus sepenuhnya. Tuhan Yesus akan bertindak dan berbuat melebihi apa yang mampu kita pikirkan.

Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using GPT-4o on Bing Image Creator

Comments

comments