Kita Butuh Keselamatan Dalam Kristus

Viewed : 327 views

Lukas 7:39
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

Sebagai lanjutan dari apa yang kita renungkan sebelumnya…

Setelah wanita itu menangisi dirinya dan meminyaki Yesus dengan minyak wangi, maka orang Farisi yang mengundang Yesus makan, dalam hatinya berkata, “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini”

Orang Farisi tersebut heran dan mungkin gusar; mengapa Yesus membiarkan wanita itu berinteraksi dengan-Nya? Itu tidak pantas. Orang Farisi tersebut menolak kehadiran wanita itu. Seakan wanita itu lebih rendah dari dirinya. Tidak patut datang kepada Yesus.

Pernyataan orang Farisi yang mengatakan: “Jika Yesus nabi, Dia mestinya tahu wanita itu siapa…” menunjukkan kesombongannya. Bahasa tubuh orang orang Farisi itu kaku tidak bersahabat. Berbeda dengan sikap Yesus yang penuh kasih dan mengasihi wanita itu. Wanita itu juga ciptaan Tuhan yang butuh keselamatan.

Harus kita pahami bahwa Yesus bukan nabi, tetapi Dia lebih tinggi, Dia adalah Tuhan. Yesus Raja di atas segala raja. Dia Pencipta! Sebab itu Yesus tidak hanya tahu siapa wanita itu, tetapi Yesus sepenuhnya mengenal siapa wanita itu. Yesus tahu wanita itu butuh dan perlu diselamatkan. Yesus berkuasa untuk itu. Karena itu, wanita itu tidak hanya diterima biasa-biasa saja oleh Yesus, tetapi wanita itu diangkat. Kepada-Nya dianugerahkan keselamatan.
Luar biasa!

Mari kita bersikap tidak seperti orang Farisi itu. Kita tidak merasa diri kita lebih suci. Kita tidak menganggap diri kita lebih baik dari siapapun. Kita tidak menghakimi. Kita sama saja dengan siapapun. Kita butuh keselamatan, dan keselamatan itu ada di dalam Kristus.

Sebaliknya…
Mari kita menjadi murid Yesus yang setia. Biarlah melalui kehidupan kita, orang mengenal Yesus.

Sungguh indah jika kita dipakai Tuhan; melalui kesaksian hidup kita… orang-orang datang kepada Yesus dan diselamatkan. Itu sebetulnya peran kita. Untuk itu kita ada.

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by wirestock on Freepik

Comments

comments