Wanita Berdosa yang Butuh Diselamatkan

Viewed : 818 views

Lukas 7:39
Ketika orang Farisi yang mengundang Yesus melihat hal itu, ia berkata dalam hatinya: “Jika Ia ini nabi, tentu Ia tahu, siapakah dan orang apakah perempuan yang menjamah-Nya ini; tentu Ia tahu, bahwa perempuan itu adalah seorang berdosa.”

Ketika Tuhan Yesus diundang Simon, seorang Farisi, makan bersama di rumahnya, datanglah seorang wanita yang dikatakan terkenal sebagai seorang berdosa meminyaki Yesus.

Simon dalam hatinya berkata bahwa jika Yesus seorang nabi, pastilah Yesus tahu siapa wanita itu. Simon merasa ada keanehan dalam peristiwa itu. Simon merasa tidak patut apa yang dilakukan wanita itu. Simon kelihatan sepertinya meremehkan dan merendahkan wanita itu.

Simon berpikir bahwa Yesus seorang nabi. Dia meletakkan posisi Yesus sebagai nabi. Tentu pikiran Simon ini tidak tepat. Yesus bukan nabi!

Yesus adalah Tuhan!
Dia Mesias!
Dia Juruselamat!

Yesus tidak hanya tahu siapa wanita itu, tapi Yesus mengenal seutuhnya wanita itu. Wanita itu seorang manusia yang butuh diselamatkan. Itu yang akan dilakukan Yesus terhadapnya. Dosa wanita itu yang dinilai Simon besar… diampuni Yesus. Yesus anugerahkan itu.

Simon melihat dosa wanita itu. Simon lupa melihat dirinya bahwa diapun sesungguhnya sama posisinya dengan wanita itu di hadapan Yesus yang sedang ditraktirnya makan di rumahnya. Simon dan wanita itu sama-sama berdosa… butuh keampunan dan keselamatan oleh Yesus.

Sebaliknya… wanita itu sedang melihat dirinya. Dia merasakan sungguh butuh keampunan dari Yesus. Dia merendahkan diri serendah-rendahnya dan sampai menangis di kaki Yesus menyesali perbuatannya.

Status Simon dan wanita itu tidak ada bedanya di hadapan Tuhan. Hanya berbeda pemahaman dan responsnya terhadap siapa Yesus. Berbeda sikap dan penerimaannya terhadap Kristus.

Mari kita bersikap seperti wanita itu. Kita sadari siapa kita. Datanglah kepada Yesus. Buka hati dan terima Dia sebagai Juruselamat. Undang Dia masuk ke dalam hati kita. Jadikan Dia Raja dan Penguasa dalam hati kita.

Bila kita sudah menerima Kristus, teruslah bertumbuh semakin mengenal Dia.
Lakukan apa yang disuruh oleh Dia.
Hidup bagi Dia.
Hidup untuk Dia.
Hidup demi Dia.

Filipi 3:10
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya.

Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk tetap setia, taat, dan patuh kepada perintah-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by wirestock on Freepik

Comments

comments