Lukas 7:37-38
Di kota itu ada seorang perempuan yang terkenal sebagai seorang berdosa. Ketika perempuan itu mendengar, bahwa Yesus sedang makan di rumah orang Farisi itu, datanglah ia membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi.
Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu.
Seorang wanita yang dijuluki sebagai seorang berdosa datang kepada Yesus. Dia berdiri menangis di belakang Yesus. Dia sadar dan mengenali dirinya. Dia menyesali dosa-dosanya. Dia tahu kepada siapa dia harus datang untuk dibebaskan. Pilihannya tepat dengan datang kepada Yesus.
Wanita itu tidak hanya menangisi dirinya, tetapi meminyaki Yesus dengan minyak wangi. Dapat kita bayangkan bahwa aroma minyak wangi itu semerbak menyegarkan ruangan.
Sesungguhnya posisi kita sama saja dengan wanita itu. Kita juga orang berdosa. Puji Tuhan dan bersyukur jika kita sudah diselamatkan dengan menerima Kristus. Kita telah memilih dengan tepat kepada SIAPA kita datang… datang kepada Tuhan Yesus Kristus.
Bagi sahabat yang belum menerima Kristus, masih ada waktu dan kesempatan. Datanglah kepada Dia. Bukalah hati dan terimalah Yesus. Itulah pilihan utama dan tepat.
Wahyu 3:20
Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
Bagi kita yang telah menerima Kristus, mari kita hidup dengan menyebarkan aroma minyak wangi bagaikan wanita itu meminyaki Yesus. Aroma minyak wangi itu adalah berupa perilaku dan kesaksian hidup yang baik yang berkenan kepada Tuhan. Hidup taat dan setia kepada Dia.
Tetap semangat!
Selamat beraktifitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus beserta kita senantiasa. Dia menolong kita menyebarkan aroma minyak wangi ke sekeliling kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by wirestock on Freepik




