Markus 9:33-34
Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Kapernaum. Ketika Yesus sudah di rumah, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: “Apa yang kamu perbincangkan tadi di tengah jalan?”
Tetapi mereka diam, sebab di tengah jalan tadi mereka mempertengkarkan siapa yang terbesar di antara mereka.
Kuasa (power) sering dikaitkan dengab kepemimlinan. Pemimpin adalah orang yang memiliki otoritas untuk berkuasa. Sebagian besar orang senang bila berkuasa, karena itu kekuasaan sering menjadi ambisi banyak orang.
Tuhan Yesus tidak meniadakan kuasa, bahkan Dia adalah Sumber Kuasa. Yesus adalah Pemimpin sejati. Namun Tuhan Yesus menekankan bahwa pengertian seorang pemimpin bukan terletak pada kuasa semata. Kualitas seorang pemimpin terletak kepada kualitas diri dan mutu hidupnya.
Kerajaan-Nya terdiri dari orang-orang atau individu yang saling melayani satu sama lain. Seorang pemimpin adalah seorang pelayan atau hamba.
Pelayan berasal dari kata Yunani “doulos” yang artinya seseorang di bawah otoritas yang lain. Seorang hamba rela mengambil tempat terendah dan bersedia mengalami kesulitan dan penderitaan karena panggilannya sebagai pelayan.
Murid-murid Yesus yang sedang dalam proses mempersoalkan dan berdebat siapa di antara mereka yang terbesar. Lantas Yesus berkata bahwa Dia akan menuju jalan salib untuk menyerahkan nyawa-Nya sebagai puncak pelayanan-Nya. Inilah posisi terendah yang ditanggung Yesus. Sungguh ironis apa yang diperdebatkan para murid sebagai keinginan dengan apa yang akan dialami Yesus sebagai pengorbanan-Nya.
Yesus mengajarkan kepemimpinan yang sejati, yakni bagi yang ingin di depan haruslah menjadi yang paling belakang. Yang ingin menjadi pemimpin, harus menjadi hamba dan di situlah letak kehormatan pemimpin.
Berlandaskan Alkitab, seorang pemimpin adalah seorang yang memperhatikan dan mengayomi. Mari kita belajar menjadi seorang pemimpin yang berhati melayani.
Markus 10:43-44
Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Selamat melayani.
TuhanYesus menyertai dan memberkati kita. Amin
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




