Ibrani 11:24-25
Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
Sebagai anak putri Firaun, kehidupan Musa sungguh nyaman. Musa diberi hak-hak tertentu yang istimewa. Namun karena iman, Musa memilih menolak statusnya yang istimewa itu.
Akibat pilihannya, Musa harus bayar harga. Dia seakan kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidupnya. Sebetulnya dapat dihindarinya kalau dia mau.
Pilihan hidup Musa membuat ada risiko yang harus ditanggungnya. Ada kesulitan yang harus dihadapi yang secara akal sehat tidak harus dialaminya jika dia mau memilih cara lain. Musa berbeda, pilihan hidupnya seperti apa yang mungkin kita pikirkan dari sisi kenyamanan hidup. Semua itu karena iman.
Tidak mudah hidup ini ketika kita harus memilih bertahan dalam iman kepada kepada Yesus, sebab:
• ada tantangan mental yang harus dihadapi,
• ada masa sulit yang harus ditempuh,
• ada sikap dan kata-kata orang yang mungkin tidak nyaman didengar dan tidak pas tentang kita,
• ada kesempatan-kesempatan yang tampaknya menggiurkan tapi harus rela dilepas,
• ada situasi yang seolah membuat kita dirugikan,
• dan sebagainya.
Namun kita diingatkan agar dalam menghadapi risiko-risiko tantangan iman, kita jangan tawar hati dan jangan ciut.
Mari kita belajar dari teladan Musa. Mari kita belajar dari teladan orang-orang yang rela menderita dan mau pikul salib seperti apa yang diajarkan Tuhan Yesus.
Lukas 9:23
Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku.”
Di dalam tantangan dan pergumulan hidup yang berat, mari kita bertumbuh dalam iman. Iman yang membuat kita tetap kokoh dan teguh di dalam pengharapan.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




