Bergembiralah di Tengah Berbagai Pencobaan

Viewed : 639 views

1 Petrus 1:6-7
Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu — yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api — sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Apa yang dikatakan rasul Petrus di dalam ayat di atas akan terasa aneh jika kita berpikir di luar Kristus. Kitapun akan bertanya, “Bagaimana mungkin kita dapat bergembira di tengah derita dan pencobaan?” Apakah maksudnya agar kita mati rasa?

Ada banyak orang merasa tertekan bahkan sampai depresi karena begitu beratnya pergumulan dan tantangan hidup.

Di dalam kasih Kristus, kita diajak untuk meyakini dan percaya bahwa Tuhan mengijinkan kita untuk mengalami kesulitan dan beban yang terasa berat sebagai ujian. Melalui itu kita diuji. Iman kita dimurnikan dan dikuatkan.

Iman kita sering dikuatkan bukan saja hanya dengan apa yang dikatakan dan apa nasihat orang, tetapi justru kita sering lebih dikuatkan oleh imbas dan pengaruh dari orang yang tetap bertumbuh, kuat dan tetap setia di tengah adanya tantangan hidup.

Saat ujian datang, saat itu adalah proses yang tidak mudah. Akan tetapi bagi kita yang melihat orang yang tetap kuat dalam ujian hidupnya, hal itu merupakan kuliah hidup dengan SKS besar bagi kita. Kita merasa diberkati dan dikuatkan melalui hidup orang-orang yang terus maju ke depan meski banyak tantangan.

Tuhan mengijinkan kita diuji walaupun terasa menyakitkan. Tuhan tertarik dengan prosesnya sampai dengan melihat hasilnya. Setelah ujian itu berakhir, kita dapat nilai tinggi.

Sama halnya ketika seorang murid atau mahasiswa bahkan pegawai yang harus ikut ujian. Masa ujian akan terasa berat. Harus belajar. Harus latihan memecahkan contoh-contoh soal. Tetapi melalui ujian itulah dia naik kelas. Naik level. Naik tingkat. Begitu ujian selesai tuntas dan dinyatakan LULUS, bahkan apalagi dapat nilai memuaskan, maka seakan terlupakanlah beratnya masa-masa belajar sebelumnya.

Kita diingatkan agar jangan merasa atau jangan memposisikan diri sebagai orang tak beruntung saat ada banyak tantangan hidup. Pandanglah dan sikapilah ujian hidup sebagai sebuah kesempatan untuk naik kelas dalam beriman dan sebuah instrumen untuk mencapai kedewasaan.

Setiap ujian hidup pastilah ada masa dan durasinya. Ada waktunya. Tuhan Maha Tahu. Tuhan akan atur semuanya. Walaupun ujian hidup kita saat ini berat, namun tetaplah berharap kepada Dia. Jangan hilang sukacita. Pandanglah Yesus!

Bersama Yesus kita akan dapat melewati segenap beban SKS kuliah hidup kita. Hendaklah kita fokus untuk LULUS SEMPURNA menjadi Sarjana Kehidupan. Wisudanya kita tunggu nanti saat Kristus datang dalam kemilau kemuliaan-Nya.
Amin.

Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments