458. Mother of Whores

Viewed : 223 views

Mesopotamia berasal dari kata Yunani: mesos yang berarti tengah, sedangkan kata potamos berarti sungai. Jadi, Mesopotamia menunjuk kepada wilayah geografi yang terletak di antara sungai-sungai, yaitu sungai Tigris dan Efrat, kira-kira di wilayah Irak modern sekarang.

Berdasarkan peninggalan budaya tertulis, Mesopotamia dapat dikatakan sebagai budaya tertua dibandingkan dengan peradaban, Cina, Mesir, dan India. Peradaban ini dimulai sekitar tahun 3.500 SM. Sebagai pembanding, nabi Musa hidup di sekitar tahun 1.500 SM. Wajar kalau dikatakan budaya Mesopotamia jauh lebih dulu dibandingkan dengan sejarah bangsa Israel.

Dari peninggalan arkeologi, kerajaan Sumeria dianggap sebagai peradaban pertama alias tertua di muka bumi yang mendiami kawasan Mesopatamia. Di era kerajaan ini didirikan kota Uruk dan kota Ur. Kota Uruk dapat dikatakan sebagai kota pertama di muka bumi. Peradaban selanjutnya yang berkembang di kawasan ke dua sungai besar itu adalah Akkadia. Akkadia dikenal sebagai kekaisaran pertama di dunia yang didirikan oleh Sargon Agung. Setiap era mengembangkan budaya, bahasa, dan seni tulis menulis sendiri.

Namun yang paling mempengaruhi sejarah bangsa Israel bahkan narasi Alkitab adalah kerajaan berikutnya, yaitu kerajaan Babelonia. Dalam era raja Nebukadnezar II, kerajaan Babelonia mencapai puncak kejayaannya. Di era inilah di dibangun salah satu 7 keajaiban dunia kuno, The Hanging Gardens of Babylon. Walau bentuk fisik taman ini tidak pernah ditemukan, namun deskripsi dari naskah-naskah kuno Yunani dan Romawi tetap menjadikan keberadaannya memukau para pakar.

Babilon sebagai ibukota kerajaan Babelonia, berasal dari kata kuno Babylon yang dalam bahasa Akkadia disebut: Babilim, yang berarti Gerbang Allah (Gate of God). Kelak dalam bahasa Iberani kata ini menjadi kata Babel, yang juga digunakan kata yang sama dalam Alkitab bahasa Indonesia! Jadi, kata Bebel dalam Alkitab merujuk kepada kota dan sekaligus kerajaan Babelonia secara keseluruhan.

Jika Kejadian 6:1-4 dibandingkan dengan 2 Petrus 2:4-5 dan Yudas 1:6, serta dihubungkan dengan kebanggaan tinggi terhadap kemajuan peradaban Babel, Alkitab memberikan peringatan akan dampak mengerikan yang menanti di masa depan. Pengetahuan yang diajarkan oleh para malaikat yang memberontak (1 Enoch 8:1-3, lihat seri 456) menyebabkan kerusakan moral yang fatal, seperti yang disebutkan dalam Kejadian 6:5.

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,(Kejadian 6:5)

Kebobrokan moral yang begitu parah membuat YHWH menyesal telah menciptakan manusia (Kejadian 6:6). Tidak mengherankan jika dalam Alkitab, khususnya di Perjanjian Baru, Babel digunakan sebagai simbol perlawanan terhadap YHWH. Babel melambangkan pemberontakan dan perzinahan rohani karena telah meninggalkan-NYA!

Tidak kebetulan, jika kitab Wahyu menyebut Babel sebagai ibu segala wanita pelacur, the mother of whores!

A riddle-name was branded on her forehead: GREAT BABYLON, MOTHER OF WHORES AND ABOMINATIONS OF THE EARTH. (Wahyu 17:5, MSG)

Sila pembaca menilai sendiri!

Di abad ke-21, lihatlah kemajuan sains dan teknologi di universitas-universitas ternama dunia. Tuhan telah ditinggalkan, bahkan dianggap tidak ada! Maaf, jika Anda seorang scientist yang percaya pada Tuhan, Anda akan ditertawakan dengan sinis dan dianggap aneh. Secara default, para ilmuwan di kampus-kampus terkenal sering diasumsikan sebagai atheists.

Mengapa?

Ya, karena tidak masuk akal! Akal menjadi tuhan baru! Segala sesuatu yang tidak logis, tidak dapat diuraikan di laboratorium, peristiwa yang tidak dapat direka ulang, ataupun tidak mengikuti kaidah ilmu pengetahuan, semua dianggap hanya sebatas mitos alias khayalan.

Mungkinkah itu sebabnya, Mesias jauh hari telah memperingatkan daku dan dikau? Era nabi Nuh akan terulang lagi, Babel akan kembali menjadi kota besar (Wahyu 14:8) sebagai salah satu tanda kedatangan-NYA (Matius 24:37)!

Aamiin… Maranatha! Mesias, datanglah segera! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments