Yunus 2:1-2
Berdoalah Yunus kepada TUHAN, Allahnya, dari dalam perut ikan itu, katanya: “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku, dari tengah-tengah dunia orang mati aku berteriak, dan Kaudengarkan suaraku.
Oleh karena ketidaktaatan Yunus, tragis apa yang dialaminya. Dia diijinkan Allah ditelan ikan. Tentu ini pengalaman yang sangat langka.
Dari dalam perut ikan yang menelannya, dia berdoa kepada Tuhan. Dalam doanya Yunus berseru, “Dalam kesusahanku aku berseru kepada TUHAN … … …”
Pastilah memang susah dan sulit posisi Yunus. Menyeramkan dan menyesakkan.
Dalam keadaan seperti itu tidak ada lagi yang dapat dilakukan Yunus. Menyerah saja. Tidak ada daya selain berdoa minta tolong dan menyerahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan.
Sebelumnya Yunus merasa dapat melarikan diri dan menghindar dari perintah Tuhan. Setelah dalam perut ikan tidak bisa. Mau kemana?, selain menunggu detik-detik waktu untuk hidupnya segera berakhir.
Namun dalam situasi kritis, akhirnya Tuhan menolong. Yunus selamat dari ikan yang menelannya. Yunus bebas!
Kita… oleh karena berbagai penyebab, mungkin kita dihadapkan dengan situasi pelik dan rumit. Rasanya tidak ada lagi yang dapat dilakukan. Tidak ada orang yang bersahabat yang dapat mengulurkan tangannya untuk menolong. Dalam susana seperti itu ada orang yang nekad mencelakakan dirinya ambil jalan singkat. Dunia ini jadi gelap baginya. Dia tidak siap. Mentalnya rapuh. Inilah fakta nyata, betapa masalah yang terasa berat dapat membuat hilang harapan.
Mungkin kita juga ada yang sedang merasa sesak dihimpit berbagai masalah dari berbagai penjuru; mirip-mirip apa yang dialami Yunus. Dalam situasi seperti itu, masih tetap ada harapan. Masih bisa kita berdoa minta tolong. Ada Tuhan!
Sahabat…
Memang kita harus mengupayakan jalan keluar dari berbagai masalah, namun jangan lupa untuk berdoa kepada Tuhan. Tuhan akan menolong, Dia akan beri kekuatan ekstra untuk kita mendapatkan jalan ke luar.
Tetaplah berharap kepada Allah SUMBER PERTOLONGAN kita!
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus beserta kita.
Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




