444. Sepertiga Jumlah Malaikat

Viewed : 320 views

Pernyataan bahwa ‘malaikat -malaikat yang berbuat dosa…’ (2 Petrus 2:4) mengundang pertanyaan. Mungkinkah makhluk sekaliber malaikat pun dapat tergoda? Aaahhh, malaikat berbuat dosa? Mungkinkah daku salah baca?

Tidak! Pembaca tidak salah baca, malaikat-malaikat [juga] berbuat dosa. Layaknya manusia, mereka juga makhluk ciptaan yang tidak sempurna. Hanya DIA satau-satunya mutlak sempurna. Setiap ketidaksempurnaan ada potensi berbuat durhaka.

Apakah DIA sudah tahu akan kemungkinan itu? Tentulah Sang Maha Tahu tahu! DIA tahu bahkan segala alternatif kemungkinan dari satu drama. Namun, pengetahuan itu tidak mendorong atau mengarahkan, apalagi cawe-cawe, agar peristiwa itu terjadi. Sebaliknya, dengan atribut itu-lah mengapa DIA telah menyediakan jalan keluarnya jauh sebelum semuanya menjadi fakta (1 Petrus 1:20).

Mengapa DIA tidak mau mencegah? Alangkah indahnya, jika tidak ada pemberontakkan, semua harmonis seturut kehendak-NYA. Ini bukan isu DIA mau atau tidak mencegahnya, namun justru keputusan itu dianugerahkan kepada pilihan setiap makhluk sebagai ekspresi free will (sila lihat lagi seri no. 404, 405, dan 406).

Dari narasi surat 2 Petrus, sekelompok malaikat berbuat dosa, deskripsi ini paling sesuai disematkan ke drama yang mana di Alkitab?

Apakah mungkin jauh sebelum penciptaan alam semesta, sebelum ada dimensi fisik, mereka telah memberontak? Artinya, sebelum ada Adam-Hawa, malaikat itu telah berbuat dosa. Dengan kata lain, keberadaan Adam-Hawa sejatinya sudah dalam lingkungan cacat cela. Ataukah..?

Di sepanjang Alkitab yang paling akurat menjelaskan drama pemberontakan malaikat, kemungkinan besar peristiwa di Kejadian 6:1-4. Tatkala anak-anak Allah menembus tabir tabu. Tidak ada bagian lain yang begitu akurat dan gamblang menjelaskan sikap menantang dengan melewati batas-batas yang telah ditentukan (Yudas 1:6).

Dengan ekornya ia menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke bumi. Naga itu berdiri di depan wanita yang mau melahirkan itu dengan maksud menelan anaknya, begitu ia lahir. (Wahyu 12:4 BIS)

Ya, betul! Ada ‘calon’ alternatif trailer lainnya yang mungkin mengisahkan gerombolan malaikat mbalelo. Jamak dipahami, bahwa dalam kisah ini dianggap sepertiga dari jumlah malaikat ikut memberontak. Namun sangat jelas, konteks Wahyu ini adalah pada waktu kedatangan Yesus yang pertama (ayat 5).

Sistem kalender yang dianut bangsa Yahudi di second temple period yang ditemukan di dead sea scrolls, memberikan petunjuk baru. Konon, sistem kalender ini satu-satunya sistem yang ada pada waktu itu yang memberikan perhitungan indikasi kapan Sang Raja Israel akan lahir yang terdeteksi dari konfigurasi gugusan bintang di angkasa. Simak video berikut ini:

Uraian drama Wahyu 12 tersebut bisa jadi merupakan ilustrasi posisi gugusan bintang yang memberikan indikasi waktu kelahiran Mesias. Jendela waktu kelahiran tersebut ditunjukkan dari konstelasi bintang di angkasa. Konstelasi bintang inilah yang kemungkinan besar menjadi petunjuk bagi orang-orang Majus dari Timur untuk menemukan Sang Raja (Matius 2:1).

Begitukah faktanya?

Jadi, pemahaman yang seakan-akan sepertiga jumlah malaikat yang memberontak masih debatable. Itu juga berarti, tidak ditemukan referensi yang kuat bahwa pembrontakan segerombolan malaikat itu terjadi jauh sebelum alam semesta tercipta.

Dengan begitu, trailer Eden dan drama Kejadian 6:1-4 akan menjadi latar belakang keseluruhan narasi Alkitab. Pemberontakan pertama dan kedua makhluk tak kasat mata mewarnai kitab Kejadian hingga kitab yang penghabisan.

Ooo, kirain selama ini hanya trailer Eden sebagai penyebab satu-satunya mengapa dunia ini kacau balau! Gak tahunya, ada drama lain yang tak kalah fenomenalnya.

Dengan fakta ini, berharap Adinda akan kembali bergairah membaca Alkitab. Mengapa? Karena setiap drama dapat diletakkan pada tempatnya masing-masing, sehingga pelan-pelan terwujudlah gambar besarnya. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments