Air bah melanda bumi, laksana tsunami melanda setiap makhluk tanpa terkecuali. Gelombang raksasa bergulung-gulung melalap puncak bukit tinggi, apalagi ngarai, dan dataran landai. Tidak ada tempat yang aman, semua tertelan.
Menyapu habis setiap makhluk yang bernyawa, pelan-pelan semua tenggelam menuju alam baka. Ini bencana tsunami tiada tara dan tidak akan pernah lagi terjadi di dunia. Tak pandang bulu, semua mati, kecuali yang ada di dalam bahtera itu.
Ini kisah pilu peradaban, sejarah kelam dalam HIS-tory! Jikalaulah dapat diibaratkan, maka peristiwa air bah dapatlah dikatakan kisah gelap dari stori penciptaan, noktah hitam dalam rencana-NYA!
Bagaimanakah tidak? Jikalau saja daku membuang dan anggap apkir hasil karya sendiri, layaknya sia-sialah segala daya dan upaya yang selama ini dicurahkan. Sepintas, bukankah begitu tampaknya dengan malapeta air bah dalam sejarah manusia?
Apakah yang terjadi di era sebelum air bah, antedeluvian?
Peristiwa apa dan berapa lama berlangsung, sehingga Sang Maha Pengasih yang terkenal dengan Maha Sabar sampai pada point of no return! Seakan-akan DIA sampai pada titik emosi yang tidak dapat diredakan lagi. DIA mabil keputusan tegas, gelombang tsunami melibas mati semua makhluk yang bernapas.
Kejahatan apakah yang terjadi di era antedeluvian?
Jika hanya setingkat Kain membunuh Habil, abang adik tidak akur, dengki iri sehingga tega membunuh adik sendiri. Ataukah setingkat dosa Adam dan Hawa yang tergoda oleh bujuk rayu makhluk supernatural, si ular penjaga tahta Sang Ilahi, sehingga berdua diusir dari Taman Eden? Narasi dalam kitab Kejadian pasal 3 dan ke 4, semua itu belum cukup kadarnya untuk membuat DIA bak bertindak membabi buta!
Jika dibaca kitab Kejadian pasal ke 5, tidak ada indikasi sama sekali sebagai petunjuk kebobrokan peradaban di era sebelum air bah. Bahkan sebaliknya, muncul tokoh menyolok yang melebih semua, Henokh!
Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. (Kejadian 5:24)
Henokh satu dari segelintir orang dalam seluruh tokoh Alkitab yang tidak mengalami kematian. Dia bergaul akrab dengan YAHWH, seakan-akan berjalan seiring sejalan sehingga hilang begitu saja ditelan alam!
Henokh juga dikisahkan seperti yang lainnya, punya keturunan laki-laki dan perempuan dengan usia panjang-panjang (Kejadian 5:21-23). Seperti insan lainnya, Henokh juga manusia biasa yang punya ayah-ibu.
Narasi pasal 4 dan ke 5 kitab Kejadian, tidak ada trailer yang dapat dianggap sebagai pemicu datangnya air bah yang meluluhlantakkan peradaban. Bahkah sebaliknya, masih ada tokoh, dan kemungkinan besar beserta keluarga dan keturunannya, yang sejati senantiasa bergaul akrab dengan Sang Ilahi.
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah. (Iberani 11:5)
Peristiwa-peristiwa yang lain dalam Kejadian 4 dan ke 5, seperti makan dan minum, kawin dan mengawinkan (Matius 24:38), lahir dan mati, merupakan rutinitas kehidupan insan demi keberlangsung peradaban.
Lantas, drama apakah yang membat Sang Pencipta rela membinasakan umat manusia?
Sedemikian bejatnyakah peradaban sehingga mendorong DIA tega melenyapkan buatan tangan-NYA sendiri. Walau itu akan membuat HIS-tory, sejarah penciptaan, ternoda, DIA rela mengeksekusi kematian tanpa ampun, sekejab sirnnalah makhluk bernapas di bumi.
Ataukah ada intervensi makhluk dari alam sana yang jauh lebih mengerikan dari sekadar tipu menipu ataupun rayuan maut di Taman Sorga? (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |
