Kita Harus Melekat Erat Untuk Saling Membangun

Viewed : 286 views

Roma 12:4-5
Sebab sama seperti pada satu tubuh kita mempunyai banyak anggota, tetapi tidak semua anggota itu mempunyai tugas yang sama, demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam Kristus; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

Bagaimana bila ikan diadu lomba renang dengan burung elang? Tentu ikan yang menang.

Sebaliknya bila diperlombakan terbang?? bagaimana? Kita mungkin katakan ini pertanyaan bodoh. Pastilah elang juara.

Tidak bisa dibandingkan dan dipertandingkan antara ikan dan elang dalam dua mata uji berbeda yaitu berenang dan terbang. Masing-masing ahli dalam bidangnya.

Begitu juga kita. Masing-masing kita memiliki kelebihan dan sekaligus keterbatasan dalam berbagai hal.

Kita mungkin merasa apapun bisa, atau ada juga yang merasa tidak bisa apa-apa. Sering kita menilai diri berlebihan. Merasa kita di atas orang lain. Atau kita merasa tidak berharga dan di bawah orang lain.

Pasti ada sesuatu yang bernilai, berharga dan bermanfaat dalam diri kita yang bisa kita berikan. Soal besar atau kecil… itu tidak masalah. Semuanya berdasarkan kapasitas seperti yang Tuhan beri.

Yang penting adalah kita tulus dan ikhlas serta tidak membangkit-bangkit jasa. Tidak marah walau dilupakan orang apa yang kita baktikan. Tidak surut berbuat apa yang baik walau orang lupa berterima kasih. Tuhan yang ingat. Ingatan Tuhan tajam.

Bagi kita anak-anak Tuhan… kita satu tubuh walau fungsi dan peran berbeda. Semua kita diharuskan saling membangun.

Sebuah pemandangan: mobil bagus keluaran baru tampak gagah meluncur di jalan raya. Mesinnya kuat. Warnanya menawan dan menjadi perhatian banyak orang. Sempurna!

Tetapi kemudian mobil itu menjadi tertawaan orang; dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas. Orang kesal dan ada yang marah. Mobil itu mogok tak bisa jalan. Harus berhenti.

Apa masalahnya?

Rupanya bannya kempes. Pelknya rusak. Harganya murah, siapapun sanggup membelinya. Tapi sayangnya barang itu tidak ada. Toko masih tutup. Tukang ban belum buka.

Yang punya mobil mau membeli pentil ban itu segera walau mungkin harganya dibuat lebih mahal berlipat-lipat karena sangat butuh. Apalagi dia harus mengejar waktu ke bandara. Takut ketinggalan pesawat.

Begitulah kita sesungguhnya. Semua kita dibutuhkan dan kita membutuhkan orang lain juga. Kita harus melekat erat satu dengan yang lain untuk saling membangun. Itulah salah satu kebenaran firman Tuhan yang harus kita ingat, kita jaga, kita ajarkan dan kita lakukan.
Semoga ! !

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments