Roma 1:1-3b
Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri. Setiap orang di antara kita harus mencari kesenangan sesama kita demi kebaikannya untuk membangunnya. Karena Kristus juga tidak mencari kesenangan-Nya sendiri
Sepintar-pintar tukang potong rambut, biasanya kalau mau memotong rambutnya, dia akan cari orang lain untuk memotongnya, kecuali kalau dia tidak mau rambutnya rapi.
Begitupun juga seorang ahli bedah, mungkin dia sudah banyak pengalaman berhasil menolong pasien yang harus dioperasi, tetapi tetap saja meskipun ahli, pada saat dia harus dibedah, haruslah ada dokter lain yang akan menolong dia untuk dibedah. Kecuali kalau dia tidak mau hidup lagi, dia dapat memotong dan membedah sendiri tubuhnya.
Saling menolong tetap dibutuhkan dalam hidup ini.
Tidak ada orang yang betul-betul kuat yang tidak lagi membutuhkan orang lain. Semua kita saling memerlukan. Mungkin sekarang kita yang harus menolong dan menguatkan orang lain, tetapi di waktu yang akan datang, justru kitalah yang membutuhkan pertolongan untuk dikuatkan.
Ketika seseorang dalam posisi kuat, haruslah dia mau dan rela menolong orang yang tidak kuat. Orang yang berada dalam posisi berlebih haruslah mau memperhatikan orang yang kekurangan.
Masalahnya adalah kita tidak merasa peduli sehingga keberadaan kita yang sebenarnya memiliki ”kekuatan” dan ”berlebih” tidak rela berbagi kepada orang yang butuh. Kita sering merasa bahwa kitapun masih kurang dan akhirnya hanya hidup untuk diri sendiri.
Pengertian memberi tidaklah sebatas materi. Mungkin saja secara materi kita belum memungkinkan untuk berbagi karena situasi dan keadaan. Akan tetapi mungkin kita memiliki kapastas untuk memberi dan membangkitkan semangat orang lain.
Secara rohanipun demikian, bahwa kita perlu terus menerus menumbuhkan prinsip saling tolong-menolong, saling memperhatikan dan saling melayani di antara orang-orang percaya.
Marilah kita saling memberi, saling menguatkan dan saling membangun. Dengan demikian kita sebagai anggota tubuh Kristus akan semakin kuat.
Tuhan menyertai dan memberkati. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by mostafa meraji from Pixabay




