Penyelewengan kehendak bebas menimbulkan kerusakan yang hampir-hampir tiada batas. Kebejatan moral meluas, niat hati hanya satu: Libas! Jiwa ganas, sepanjang peradaban atmosfir kebathinan manusia panas. Spirit ini seperti sudah tertanam dan mengalir dalam darah di urat nadi sejarah (Roma 5:12).
Jerit tangis ada di mana-mana, kenyamanan kalbu telah meninggalkan manusia. Semua gelisah, tak tahu ke mana arah. Masing-masing mengambil jalan sendiri, daku dan dikau tiba-tiba tanpa sadar sudah ada di tepi! Jatah waktu sudah terhenti. Itulah nasib yang paling hakiki dari setiap insani. Manusia pasti akan mati!
Ini takdir! Akhir setiap yang bernyawa bukanlah pilihan, namun sudah dipastikan, predestination! Walaupun demikian, itupun awalnya akibat dari pilihan Adam Hawa di Taman Sorga (Kejadian 2: 16,17).
Rencana-NYA sejak awal agar Taman Eden mnyebar ke seluruh pelosok negeri, terhenti! Sebaliknya, Tamn Eden telah pergi, Kerajaan Sorga telah lenyap dari muka bumi. Kerajaan lain, taman yang berduri, mulai berdiri (Kejadian 3: 17,18).
Gagalkah niat-NYA di bumi? Mengapa DIA tidak menyelesaikan isu pengkhianatan itu sejak dini, sehingga peradaban tidaklah seperti sekarang ini? Apakah susahnya memulai lagi dengan yang baru? Adam Hawa versi 2 sehingga tidak harus jutaan ataupun bahkan milyaran manusia setelahnya menderita bathin, jiwa, dan raga tiada tara.
Mengapa DIA membiarkan kejahatan merajalela di bumi? Tega nian DIA melihat itu semua berlangsung melanglang buana ribuan tahun ke depannya! Tentu bukanlah perkara besar bagi Sang Maha Kuasa untuk melenyapkan si ular dan rombongannya sejak di hari pertama kejadian perkara.
Jawabannya mungkin membuat daku dan dikau terhentak! DIA tidak dapat! Bukan DIA tidak mampu, namun tidak bisa! Karena itu berarti harus melenyakkan God’s imagers, Adam Hawa! Itulah inti pati yang diharapkan si ular, melenyapkan manusia pertama yang hingga kini pun misinya masih juga belum kelar-kelar! (Yohanes 8: 44).
Yes, nanti di ujung zaman, sumber kejahatan dan semua kebejatan moral akan dieliminasi dari muka bumi. Pada hari kedatangan-NYA, di Perjanjian Lama populer di kenal sebagai Hari TUHAN (Yoel 2:11), akan ada pembersihan besar-besaran. Lalu, bumi baru dan langit baru akan menampakkan dirinya (2 Petrus 3:13).
Ini sudah abab ke 21, lebih setengah abad daku telah menghirup udara kebengisan, berada di bawah naungan atmosfir dendam kesumat. Akan tetapi belum juga ada tanda-tanda hari TUHAN sudah dekat! Berapa lama lagi semua ini akan berlalu, betapa rindu, hati mengharapkan bumi baru.
Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. (2 Petrus 3: 11,12)
Ups! Aaahhh! Yang benar? Ya, dikau tidak salah baca!
Dalam kedaulatan-NYA, siapa sangka, cepat lambatnya kedatangan hari itu bergantung bagaimana Adinda menggunakan anugerah istimewa, free will! Apa yang dikau lakukan dalam hidup ini berdampak bahkan hingga ke jantung alam ciptaan. What you do matters! Pilihan hidup Puan dan Tuan turut menentukan bagaimana sejarah peradaban akan berakhir.
DIA sudah pastikan akan ada bumi dan langit baru, namun bagaimana dan bila itu akan terjadi seakan-anak diserahkan kepada daku dan dikau sebagai makhluk dengan kehendak bebas! Layaknya nasib peradaban ikut bergantung kepada pilihan yang Anda akan lakukan.
Sementara berita perseteruan antar suku semakin menderu, dikau dan daku seolah-olah sebagai kaki dan tangan-NYA di dunia yang semakin dingin membeku. Alat untuk mewujudkan niat-NYA sejak semula, agar Kerajaan-NYA yang bermula di Taman Sorga meluas melingkupi seluruh dunia.
Pilihan Adam Hawa di Eden menentukan takdir peradaban. Apa yang Adinda putuskan untuk dilakukan akan dapat mempercepat ataupun sebaliknya, menunda berakhirnya peradaban. Mohon jangan anggap sepele, what you do matters! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |

