362. Dua Jalan

Viewed : 485 views

Hidup ini pilihan, pilihan yang menuntut suatu keputusan. Keputusan melahirkan sikap yang diwujudkan dalam tindakan. Hanya individu yang punya pilihan yang dapat dituntutut bertanggunganjawab.

Sedari halaman-halaman pertama Alkitab, manusia sudah diperhadapkan kepada pilihan yang harus dibuat. Pilihan yang mendesak daku untuk taat ke satu pihak. Dengan sendirinya kelompok lain ditolak. Itulah ciri utama insan yang bermartabat, pilihan untuk bertabiat.

Leluhur manusia telah membuat pilihan, sikap yang tidak dapat lagi digugat. Sejak itu, sejarah peradaban telah tersurat. Rencana-NYA untuk menghadirkan Kerajaan Allah (KA) sejagat, terlihat seperti teracak-acak. Ini fakta tersirat, bukan karangan yang dibuat-buat.

Kita tahu bahwa kita adalah anak-anak Allah dan seluruh isi dunia di sekitar kita berada di bawah kuasa dan pengaruh Iblis. (1 Yohanes 5:19 FAYH)

Oleh keputusan leluhurlah, kuasa-pengaruh-pemerintahan, kerajaan si Jahat meluas di seluruh dunia. Bukan sebagian atau pun separuhnya, bukan! Akan tetapi maut telah menyebar ke seluruh isi dunia (Roma 5:12).

Kerajaan gelap telah merasuk ke dalam seluruh peradaban, menguasai hajat hidup orang kebanyakan. Kegelapan menguasai dunia, cahaya kehidupan menghilang dari bangsa-bangsa. Suku, kaum, bahasa, dan bangsa berada dalam naungan kekelaman.

The whole earth is wrapped in darkness, all people sunk in deep darkness, (Yesaya 60:2 MSG)

Adab insan semata-mata gelap, nasib manusia tidak ada harapan. Sistem kerajaan dan pemerintahan bangsa-bangsa tidak dikecualikan, semua sudah kelam. Gelap gulita menguasai peradaban, sejak dari halaman kitab Kejadian hingga sekarang pun tidak ada perbedaan. Kekelaman menutupi bumi, kegelapan menyelubungi seantero negeri.

Tidak perlu bertanya-tanya, bahwa fakta itu benar adanya. Lihatlah sekeliling Adinda! Bukankah kekelaman sungguh telah menjelma menjadi penguasa utama dunia?

Bangsa melawan bangsa, kerajaan menyerang kerajaan. Sesama manusia pun tidak ada lagi belas kasihan. Tabiat insan semua telah menyimpang. Dan yang paling mencengangkan, kekejaman yang paling menyakitan ya pembunuhan sadis atas nama keyakinan.

Teknologi semakin canggih dan manusia pun menjadi semakin efektif untuk membunuh sesama. Alih-alih kemajuan teknologi memperbaiki akhlak manusia, justru itu condong merusak kehidupan. Entahlah, akan tetapi kuasa itu sangat giat untuk memunahkan manusia dari bumi.

Bak ada tokoh di belakang layar, yang gusar melihat manusia tercipta. Usahanya tidak ada putus-putusnya untuk memutus tali silaturahmi antar sesama, agar terjadi konflik di mana-mana. Agama, kelihatannya, menjadi alat utamanya. Begitu bencinya sang tokoh kepada makhluk yang namanya, Adam, si manusia. Tidak rela melihat manusia hidup damai sejahtera. Dan insan ada di mana-mana, memenuhi seluruh pelosok benua.

Two roads diverged in a wood, and I-I take the one less traveled by. And that has made all the difference. (Robert Frost).

Sebagaimana di Taman Sorga, begitu juga sekarang di dunia, daku dan dikau diperhadapkan kepada dua jalan. Pilihan kehidupan seturut rencana TUHAN yang layaknya sudah berantakan ataukah jalan si tokoh yang tidak kelihatan?

Ini bukan perkara doktrin, gaya hidup, norma peradaban, atau pun isu kebenaran. Apalagi tentang agama, bukan! Ini isu hubungan, bak relasi sesama anggota keluarga. Jalan anak-anak Allah ataukah pihak lainnya? Menjadi anggota keluarga atau bukan! Tidak ada posisi netral, inilah kehidupan normal.

Berduyun-duyun yang mengambil jalan yang ramai dilalui, pintu yang terbuka lebar. Ayo pilih jalan yang jarang dilewati, pintu sempit penuh duri dan belukar. Sila Adinda tentukan langkah sendiri, semoga menjadi bagian dari keluarga ILAHI! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments