Percaya Sepenuhnya & Lakukan yang Terbaik

Viewed : 436 views

Yohanes 14:1
Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

Jika kita memberikan uang Rp. 10.000 kepada orang lain, dapat berbeda sikap orang yang menerimanya. Ada yang mengatakan uang Rp. 10.000 banyak dan sangat berarti, tetapi bisa juga orang mengatakan sangat sedikit dan tak berarti.

Jika diberikan uang sejumlah itu kepada seorang peminta-minta di jalan, pastilah disambut. Dia sangat senang dan loncat kegirangan. Hal seperti itu adalah pengalaman istimewa bagi dia dan mungkin akan diingatnya sepanjang hidup. Pernah saya lihat seperti itu di depan saya selagi menyala lampu merah di daerah Simpang Dago. Dia mungkin akan simpan uang itu di tempat khusus. Jika hilang, pasti dia sangat sedih dan akan dicari-cari terus kemana uang itu. Dia merasa sangat kehilangan.

Tetapi jika uang sejumlah itu diberikan kepada orang kaya, dia akan terima juga. Setelah menerima dia simpan begitu saja di kantong baju. Jika nanti tak kelihatan lagi karena terjatuh misalnya, tidak apa-apa baginya. Dia masih punya berlipat-lipat jumlah uang di dompet, apalagi dalam depositonya.

Pandangan kita akan hidup sangat bergantung kepada hati dan pikiran… bergantung kepada hati yang merasakan dan otak yang berpikir:
Hidup ini kita katakan susah… boleh!.
Kita katakan sulit… bisa juga!
Kita katakan menyenangkan… ok!
Kita katakan rumit… ya kita bisa merumit-rumitkannya.
Kita katakan menyenangkan… ya setuju!
Apalagi yang mau kita katakan?

Bagaikan tanggapan orang akan uang 10.000 rupiah itu, kita sering merasa remeh dengan apa yang telah Tuhan beri. Padahal Dia sudah memberi keselamatan yang tidak ternilai dan tak dapat dibandingkan dengan apapun. Kegelisahan hidup sering muncul karena kita tidak berpegang erat kepada keyakinan kita yang utuh kepada Tuhan Yesus, bahwa Dia telah memberi yang terbaik bagi kita. Kita terpaku sepenuhnya kepada diri kita dan apa yang kita lihat di sekeliling kita.

Corak dan cara berpikir serta keputusan kita sering dipengaruhi oleh orang yang tidak bersandar penuh kepada Tuhan Yesus. Kita sering minta nasihat dan pendapat kepada orang-orang yang tidak mendasarkannya kepada kebenaran firman Tuhan.

Hidup ini sederhana saja bila kita yakin kepada Kritus. Kristus berkata dalam ayat di atas agar kita jangan gelisah. Kita disuruh untuk percaya sepenuhnya kepada Dia. Percaya kepada Tuhan Yesus.

Sahabat yang kekasih, mari kita melakukan dua hal saja dulu sebagai prinsip hidup:
1. Percaya sepenuhnya kepada Tuhan Yesus yang memimpin dan mengendalikan hidup kita.
2. Lakukanlah yang terbaik dengan segenap hati apa yang mampu kita lakukan dengan semua talenta dan karunia yang diberikan-Nya.

Apabila dua hal tersebut sudah kita lakukan, apapun yang terjadi, jangan gelisah dan jangan takut, sebab kita sudah berada dalam jalur yang tepat dan benar.
Puji Tuhan!

Selamat bekerja
Selamat beraktifitas.
Selamat belajar
Selamat melayani.

Tuhan memberkati dan menyertai kita senantiasa. Amin

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Gambar oleh Iqbal Nuril Anwar dari Pixabay

Comments

comments