Kenapa banyak orang berbisnis? Banyak alasan yang beragam pastinya sehingga berkiprah dalam dunia bisnis. Nah, sebenarnya bisnis itu apa?
Sederhananya bisnis itu tentang sebuah kebutuhan. Ada yang membutuhkan dan ada yang menyediakan kebutuhan tersebut. Penyedia kebutuhan inilah disebut pelaku bisnis.
Pertanyaan lanjutan. Apa tujuan orang berbisnis? Apakah sesederhana cuma menyediakan kebutuhan yang dicari orang lain atau lebih dari itu?
Bisnis berkaitan tentang keuntungan. Itu adalah hal wajar. Karena tidak ada keuntungan, bisnis tidak akan berjalan. Apakah bisnis semata-mata hanya mencari keuntungan secara finansial? Sepertinya terlalu kaku dan membosankan, jikalau hanya memikirkan tentang mengejar keuntungan finansial saja.
Ternyata bisnis itu berkaitan juga dengan dampak terhadap orang lain. Ada dampak nyata yang diperoleh orang lain. Misalnya dampak sosial untuk lingkungan sekitar. Contoh sederhanya berbagi kepada orang lain.
Menarik memang mencari pemahaman mengenai bisnis ini 🤔. Nah, ada satu metode yang menolong para pebisnis dalam memetakan bisnis yang dijalani. Namanya Bisnis Model Canvas. Nah, apa lagi ini. Apakah berkaitan dengan bisnis lukisan? 😁 atau melukis tentang bisnis. Dan tidak kaitannya dengan melukis 😀.
Jadi, bisnis model canvas ini biasanya dibuat dalam satu halaman. Dituliskan inti dari melakukan bisnis dari hulu sampai hilir. Nah, aku akan coba membuatnya jadi sederhana.
Ada 9 elemen dalam membuat bisnis model canvas ini:
1. Key partners: siapa yang berperan sebagai partner dari bisnis kita. Mulai dari supplier bahan baku, kemasan, perusahaan jasa, marketplace,reseller, dll
2. Key Activities: ini berkaitan tentang pengembangan produk, marketing, penjualan, dan pendistribusiannya
3. Key Resources: berkaitan dengan sumber daya yang dimiliki. Secara fisik seperti kantor, alat produksi dan berkaitan juga dengan sumber daya manusia atau tim yang dimiliki.
4. Value Propositions: keunggulan bisnis yang dimiliki. Biasanya ini menjadi jargon dari bisnis yang dijalani. Kata lainnya keunikan bisnis yang dijalani dibandingkan dengan kompetitor.
5. Customer Relationship: cara membangun hubungan dengan pelanggan. Memastikan pelanggan puas dengan produk yang dihasilkan. Caranya bisa dibuat sekreatif mungkin.
6. Channels: bagaimana pelanggan bisa tahu bisnis kita. Bisa itu berupa toko offline atau online. Bisa juga dengan media lainnya.
7. Customer segments: kategorikan calon pelanggan. Bisa dilihat dari segi wilayah, profesi, usia, gender, kebiasaan, dll
8. Cost structure: berkaitan dengan biaya yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis.
9. Revenue Streams:strategi apa yang dijalankan supaya bisnis ini mendapat keuntungan.
Kesembilan elemen ini dituliskan di masing-masing kolom dalam satu halaman. Ini akan sangat memudahkan memahami bisnis yang dijalani. Jadi, strategi yang akan diambil lebih tepat ke sasaran.
Nah, mari kita belajar mencoba membuat bisnis model canvas ini. Semoga dapat memahami atau mungkin membuat semakin bingung 🤣. Semoga membantu teman-teman yang memulai bisnis.
Tuhan memberkati.
Denpasar, 200523
![]() |
Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami. |
Photo by Adeolu Eletu on Unsplash



