Orang Sehat dan Orang Sakit

Viewed : 1,006 views

Matius 9:10-12
Kemudian ketika Yesus makan di rumah Matius, datanglah banyak pemungut cukai dan orang berdosa dan makan bersama-sama dengan Dia dan murid-murid-Nya.
Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Yesus mendengarnya dan berkata: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.

Apa yang dilakukan Yesus tidak dimengerti dan tidak dapat diterima oleh orang-orang Farisi. Mereka bertanya dengan nada protes mengapa Yesus dekat dan mau makan dengan orang-orang yang mereka anggap orang berdosa. Mereka merasa dirinya suci dan tak membutuhkan Yesus.

Jawaban Yesus yang mengatakan bahwa: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit adalah jawaban yang sangat tepat.

Namun jawaban itu tidak memuaskan orang-orang Farisi. Mereka senantiasa berseberangan dan memusuhi Yesus.

Jawaban Yesus sungguh menghiburkan setiap orang yang menyadari dirinya sakit. Penyakit dosa. Dengan percaya serta menerima Yesus, penyakit itu sembuh! Sebab untuk itu Yesus datang. Itu alasannya Dia mati disalibkan.

Saat inipun betapa banyak orang masih berseberangan dengan apa yang dikatakan Kristus. Mereka tidak percaya. Tentu itu hak dan pilihan mereka.

Akan tetapi bagi kita, mari kita menyadari tentang kasih Kristus yang amat besar. Mari kita menyadari hutang dosa-dosa kita dan Kristus telah membayar lunas. Itu anugerah semata.

Bayangkan seseorang mentraktir kita makan. Kita berterima kasih. Kita tentu menghormati orang tersebut. Apa yang mestinya kita harus bayar, kita dibebaskan oleh kasir tak usah membayar.

Bagaimana dengan Kristus yang telah membayar hutang dosa kita yang tak mampu kita bayar? Sebab amat sangat besar sekali hutang kita! Hutang nyawa!

Biarlah kita memuji dan menyembah Yesus Kristus yang telah bersedia makan dengan orang berdosa. Orang berdosa yang makan bersama Yesus itu adalah kita. Mereka mewakili kita yang sungguh tak layak ini dan patut dimurkai.

Tuhan Yesus…, terima kasih Engkau telah membayar hutang dosaku. Biarlah aku berbeban dan bersedia mewartakannya kepada orang lain agar mereka juga ikut makan bersama Engkau seperti aku. Amin.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Comments

comments