Derita Yesus

Viewed : 1,475 views

Lukas 9:22
Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.”

Dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Tuhan Yesus mengatakan betapa berat apa yang akan dialami-Nya.

Tuhan Yesus menderita secara fisik, ditolak, dihina, dan berakhir dengan dibunuh di kayu salib. Dahsyat mengerikan! Semua derita-Nya itu karena dan demi kita.

Namun Dia mengatakan bahwa Dia akan bangkit pada hari ketiga. Inilah puncak kemenangan-Nya.
Puji Tuhan! Kemenangan-Nya diperuntukkan bagi setiap orang yang percaya dan telah menerima-Nya.

Derita Tuhan Yesus mengingatkan kita akan cinta kasih-Nya yang begitu dalam, agung dan mulia. Pemahaman ini menolong agar kita sungguh-sungguh menghormati dan sangat mengasihi serta mencintai Dia dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa.

Ulangan 6:5
Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu.

Tidak dapat dipahami bagaimana kondisi masing-masing kita ke depan. Kita tentu berupaya dan berharap agar semua kita baik-baik saja, sehat dan sejahtera. Tidak kekurangan dengan apa yang baik. Namun bisa saja derita dan suka akan kita alami silih berganti.

Tidak ada kepastian di dunia ini. Yang kekal dan abadi hanyalah kasih Tuhan. Oleh sebab itu tempat kita berteduh hanyalah Allah Bapa yang kita kenal dalam Kristus Tuhan.

Derita Yesus berakhir dengan kemenangan-Nya dalam kebangkitan-Nya. Sebab itu mari kita letakkan hidup dan pengharapan kita di dalam Yesus Kristus yang telah bangkit.

Lukas 7:23
Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Jon Tyson on Unsplash

Comments

comments