Derita Sebagai Murid Yesus

Viewed : 1,087 views

Kisah Para Rasul 9:15-16
Tetapi firman Tuhan kepadanya: “Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.
Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.”

2 Timotius 1:11-12
Untuk Injil inilah aku telah ditetapkan sebagai pemberita, sebagai rasul dan sebagai guru.
Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.

Rasul Paulus dipilih dan ditetapkan Allah menjadi pemberita Injil. Dia menjadi guru dan rasul.

Dalam panggilan tersebut, dia banyak mengalami derita. Itulah bagian yang harus dihadapi Paulus. Namun kita lihat bahwa Paulus begitu kuat menanggungya.

Panggilan kita tidak harus sama persis dengan Rasul Paulus. Namun bahwa ada derita tertentu sebagai murid Yesus… itu pasti. Kita juga harus siap membayar harga sebagai murid Yesus.

Sesungguhnya apa yang kita sebut sebagai bayar harga mejadi murid Yesus, tidaklah sebanding, atau jauh lebih kecil dibandingkan dengan apa yang telah dilakukan Yesus kepada kita.

Walau ada derita yang kita alami sebagai murid Yesus, ingatlah bahwa kita tidak boleh merasa pernah berjasa kepada Yesus. Tetaplah hati kita tunduk dan hormat kepada Yesus. Kita tetap merasa bahwa Dia bebas memberi apapun kepada kita, termasuk sekiranya bila ada derita dalam mengikut Dia.

Selamat belajar.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan senantiasa menyertai kita dalam setiap situasi.
Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Andrew Martin from Pixabay

Comments

comments