Membangun Rumah Tuhan

Viewed : 2,760 views

Hagai 1:9-10
Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.
Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya.

Bangsa Israel mendapat peringatan dari Tuhan. Mereka lalai mengurus rumah Tuhan. Tuhan katakan rumah-Nya dibiarkan menjadi reruntuhan. Bangsa Israel sibuk dengan dirinya sendiri.

Akibatnya langit menahan embun dan bumi menahan hasil yang diharapkan bangsa ini. Mereka tidak memperoleh apa yang dirindukan.

Pelajaran dari peristiwa ini: kita diingatkan untuk terus membangun rumah Tuhan. Dalam hal ini; rumah Tuhan tidak dibatasi hanya sekedar bangunan fisik.

Rumah Tuhan adalah manusia itu sendiri. Hati manusia yang telah percaya menjadi tempat bersemayam dan berdiamnya Roh Kudus.

1 Korintus 6:19
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?

Banyak di antara kita yang sungguh sibuk dengan urusan dan tugas dalam profesi masing-masing. Itu adalah baik. Begitulah seharusnya. Janganlah lalai!

Akan tetapi janganlah kiranya kita lupa berkontribusi membangun manusia. Mungkin orang tersebut adalah keluarga kita… sedarah dengan kita. Atau mungkin mereka adalah orang-orang yang Tuhan titipkan dan percayakan untuk kita bina pertumbuhan iman mereka di dalam Kristus. Sungguh mahal dan berharga mereka.

Mari kita turut serta ambil bagian dalam membangun orang-orang yang telah ditebus Tuhan agar mereka bertumbuh menjadi bangunan rumah Allah yang indah.

Mari kita membuat murid Kristus!
Mari melipatgandakan pekerja Kristus!

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Priscilla Du Preez on Unsplash

Comments

comments