1 Korintus 10:31
Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
Keberhasilan tidaklah semata-mata dibangun dengan kekuatan otot dan tajamnya pikiran saja. Sukses tak selalu muncul karena upaya diri sendiri.
Selain oleh usaha. sebagai orang percaya, kita meyakini bahwa semua pencapaian yang baik selalu karena kasih karunia Allah.
Sering sekali manusia terfokus kepada hasil. Oleh karena itu bagaimanapun caranya tidak dipikirkan, yang penting berhasil plus ada pujian orang lain. Manusia tidak segan mengambil jalan pintas dan semua cara dihalalkan.
Berbeda dengan pola pikir yang ditanamkan Allah. Allah tidak terlalu melihat seberapa banyak dan seberapa besar yang dapat kita hasilkan, namun Tuhan ingin melihat prosesnya. Oleh sebab itu Allah menuntut cara dan proses yang benar.
Tidak ada masalah bagi Allah untuk memberi hasil yang besar dengan sekejap mata. Bagi Allah hanyalah semudah membalikkan telapak tangan saja. Tetapi proses yang baik adalah sisi lain yang harus diperhatikan, dan Tuhan sangat peduli akan hal ini.
Tuhan tidak pernah menyuruh manusia mencari jalan pintas. Sama halnya dengan proses penyelamatan manusia. Kristus taat dan tunduk dalam proses yang amat sulit… JALAN SALIB.
Tuhan Yesus taat, meski dalam kengerian dalam doa-Nya, Yesus berkata, ”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.” (Lukas 22:42).
Kehendak Allah jelas yaitu Yesus harus taat dan harus mengambil cawan itu. Tidak ada cara lain. Tuhan Yesus melakukannya dengan sempurna. Hal yang sama Dia inginkan agar kitapun merendahkan hati dalam proses.
Dalam proses itulah Allah melihat hati dan ketaatan kita. Apapun cita-cita dan keinginan kita, lakukanlah dengan cara-cara benar dan penuh KETAATAN untuk kemuliaan Tuhan.
Apapun yang kita lakukan, lakukanlah dengan sebaik-baiknya, lakukan dengan kebaikan hati… lakukan dengan kelembutan hati… semua demi dan untuk kemuliaan Allah Bapa di Surga.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Jonathan Dick, OSFS on Unsplash




