Filipi 1:27
“Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil”
“Jika kulihat wajahmu, maka kuingat almarhum ayahmu dulu yang begitu baik dan suka menolong” Begitulah ucapan seorang bapak kepada seorang anak muda.
Ucapan tersebut memang benar karena kehidupan anak tersebut baik dan suka menolong orang lain persis seperti ayahnya dulu. Kepribadian ayahnya serasa hidup dalam anak itu. Anak itu berhasil melestarikan dan melanjutkan cara hidup ayahnya.
Bagaimana dengan kehidupan kita sebagai orang percaya?
• Apakah hidup kita memancarkan kemuliaan Tuhan?
• Apakah kehidupan kita melestarikan dan melanjutkan ajaran Kristus?
• Apakah orang tertarik kepada Kristus melalui cara hidup kita?
Itulah pertanyaan yang wajib selalu kita tanyakan kepada diri sendiri, dan harus kita jawab. Jawabannya adalah hidup kita… cara hidup kita.
Rasul Paulus mengutarakan kegalauan dan kesedihannya melihat kehidupan orang-orang yang tidak sesuai dengan apa yang Allah inginkan. Paulus mengungkapkan hal tersebut di dalam Filipi 3:18, “Karena, seperti yang telah kerap kali kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang yang hidup sebagai seteru salib Kristus”
Seandainya saat ini Rasul Paulus hidup di antara kita dan melihat kehidupan kita secara pribadi serta melihat kehidupan orang-orang Kristen masa kini, apakah dia akan menuliskan dan mengingatkan ayat Filipi 3:18 tersebut kepada kita?
Terlebih Tuhan yang senantiasa melihat hidup kita, apakah Dia menggelengkan kepala-Nya tanda tak setuju ke arah kita?
Ataukah kita membuat Tuhan mengangguk tersenyum ke arah kita dan Dia berkata, “Aku suka, teruskan!”
Marilah kita terus memancarkan kasih dan kemuliaan Allah dalam hidup kita.
Selamat Hari Minggu
Selamat beribadah.
Tuhan beserta kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Alejander Coelho on Unsplash




