Yesaya 32:17
Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.
Nabi Yesaya menyatakan bahwa damai sejahtera akan ada jika kebenaran dikedepankan. Kebenaran akan diperoleh jika kita memperhatikan perintah-Nya.
Takut akan Tuhan membawa ketenangan. Resep untuk mendapat dan merasakan damai sejahtera adalah hormat kepada Allah dengan melakukan kebenaran. Damai dan sukacita terbit jika kita bersama Yesus, sebab Yesus adalah kebenaran.
Yohanes 14:6
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Semua orang ingin beroleh damai sejahtera. Banyak orang mengusahakan beragam hal agar banyak penghasilan. Hampir semua itu bermaksud dan bertujuan agar damai dan sejahtera.
Orang sibuk bekerja, terkadang bahkan sudah di luar batas kemampuannya. Kalau ditanya buat apa, tentu ada alasannya, yang ujung-ujungnya agar hidup sejahtera. Akan tetapi tak jarang, justru damai yang sesungguhnya tidak didapatkan.
Mari kita rajin dan tekun bekerja, dan di sisi lain janganlah lupa bahwa kita juga harus bertekun di dalam Tuhan dengan melakuian kebenaran. Dengan demikian kita akan merasa bahagia… keluarga kita juga ikut berbahagia.
Orang-orang sekitar kita akan turut merasakan damai sejahtera jika kita secara bersama-sama berjuang mengetengahkan kebenaran. Kebahagiaan kita akan berlimpah-limpah bagaikan gelombang laut yang tidak pernah berhenti, apabila kita memuliakan Tuhan.
Mari kita memilih untuk taat dan tunduk kepada Tuhan. Bersama Dia hiduplah dalam kebenaran dan peganglah perintah-Nya.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus memberkati. Amin
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Wim van ‘t Einde on Unsplash




