Ketaatan Sempurna Dari Nuh

Viewed : 1,083 views

Kejadian 6:22
Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.

Dari Kejadian 6, kita dapat membaca untuk memahami apa yang diperintahkan Allah kepada Nuh. Nuh disuruh membuat bahtera.

Pembuatan bahtera Itu tidak lazim. Bahtera dibuat di hutan, jauh dari tepi pantai. Nuh mungkin menghadapi cemoohan dan ejekan dari banyak orang.

Tetapi Nuh tidak peduli. Dia tetap menekuni apa yang diperintahkan Allah. Dikatakan dalam ayat di atas; Nuh melakukan semuanya tepat seperti apa yang diperintahkan Allah kepadanya. Inilah bentuk ketaatan sempurna dari Nuh.

Dalam pandangan orang, mungkin kita juga dalam hidup sehari-hari melakukan hal yang tidak lazim… hal-hal tidak biasa. Namun bila hal tersebut dalam rangka iman dan panggilan Allah dan kita yakin sepenuhnya, lakukanlah dengan sebaik mungkin.

Sebagaimana Nuh taat sepenuhnya dalam rangka menantikan hari yang telah diputuskan Tuhan untuk mendatangkan air bah, maka kitapun saat ini sedang menantikan hari yang telah diputuskan Tuhan bahwa Dia akan datang kembali menghakimi orang yang hidup dan mati.

Untuk itu marilah kita taat sepenuhnya seperti Nuh dalam masa penantian kita di dunia ini, walaupun orang merasa kita melakukan perkara yang tidak lazim, bahkan mungkin dicap aneh.

Pada akhirnya ketaatan kita akan membuat Allah dimuliakan. Kitapun berbahagia tentunya karena kita akan berjumpa dengan Tuhan Yesus yang telah menyuruh kita taat sepenuhnya. Kita akan selamanya bersama Dia dalam kekekalan.
P u j i T u h a n !

Selamat beraktifitas

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Dimitris Vetsikas from Pixabay

Comments

comments