Jangan Mau Digeser Dari Pengharapan Injil

Viewed : 2,162 views

Kolose 1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

Penghargaan kita terhadap sesuatu yang diperoleh dengan susah payah umumnya jauh lebih tinggi daripada sesuatu yang diperoleh dengan mudah, terlepas dari apakah sesuatu itu penting atau tidak.

Emas lebih mahal daripada udara. Emas lebih sulit untuk menemukannya. Udara dapat diperoleh secara gratis dan melimpah. Kita tinggal menghirupnya saja.

Orang tidak akan pernah tertarik mencuri udara dari rumah kita, tetapi emas yang kita simpan dapat hilang ketika kita lengah.

Bila ditanya pilih mana, udara 1 liter atau emas 1 liter, pastilah kita akan memilih emas. Padahal kalau dipikir-pikir udara jauh lebih berguna dan lebih penting bagi manusia daripada emas.

Bila udara tidak ada, kita tidak dapat hidup. Coba saja tidak menarik nafas dalam 1 menit, pastilah tidak kuat. Kita akan mati lemas bila tidak menghirup udara selama kurun waktu relatif singkat. Akan tetapi bila kita tidak memiliki emas, sesungguhnya kita dapat bertahan hidup.

Kita diselamatkan dengan gratis karena anugerah Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Mungkin karena gratis itulah yang sering membuat kita kurang menghargai keselamatan, merasa hal itu biasa-biasa saja. Bahkan ada orang yang menjual keyakinannya… ditukar dengan keyakinan lain karena alasan tertentu.

Dengan menerima anugerah keselamatan, berarti kita memiliki predikat yang amat tinggi yaitu status sebagai anak-anak Allah. Tetapi sering kita tidak menyadari hal itu. Masih saja kita sering menggunakan tubuh kita untuk hal-hal yang tidak patut. Kita betapa sering memuaskan semua keinginan dan hasrat kedagingan. Kita lebih suka melayani diri sendiri.

Dengan predikat anak-anak Allah, mari kita melakukan sesuatu kepada-Nya. Biarlah kita merasa bertanggung jawab dalam menghadirkan Kerajaan Allah dimana kita berada. Marilah kita belajar dan tekun melakukan sesuatu bagi Tuhan dalam hidup ini sebagai wujud penghargaan kita terhadap kasih karunia Allah.

Mari kita bertekun dalam iman dan tetap teguh serta tidak bergoncang dalam keyakinan kita yang sungguh amat mahal. Jangan mau sedikitpun bergeser dari pengharapan kita di dalam Injil yang telah kita dengar. Biarlah kita juga termasuk menjadi bagian dari orang-orang yang siap sedia dan setia menjadi pelayan-Nya.

Selamat hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Ben White on Unsplash

Comments

comments