Pengharapan Akan Pertolongan Dari Tuhan

Viewed : 731 views

Yesaya 40:30-31
Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Pada umumnya orang merasa bahwa untuk manjadi kuat dan mampu mengatasi persoalan dibutuhkan kekuatan fisik, pendirian teguh, otot tangguh, dan kemauan keras. Pendapat ini ada benarnya, tetapi barulah setengah benar.

Orang melatih diri agar semakin kuat, semakin tangguh dan semakin tegar. Kekuatan merupakan sesuatu yang mahal dan diupayakan orang untuk dimiliki. Akan tetapi seringkali kenyataan tak dapat dihadapi hanya dengan kekuatan, pendirian teguh, dan kemauan keras.

Kerapkali kita menghadapi hal yang tak dapat diterima, tetapi harus diterima. Maka untuk itu dibutuhkan kebesaran jiwa dan kelenturan sikap.

Kelenturan sikap bukanlah pertanda kelemahan, melainkan sebuah kekuatan dahsyat untuk dapat menerima segala sesuatu apa adanya. Bila hal ini terwujud, maka itu berarti setengah benar yang lain telah terjadi.

Bagaimana seseorang dapat beroleh kekuatan fisik dan kebesaran jiwa serta kelenturan sikap bersama-sama? Jawabannya adalah bila seseorang meyakini ada kekuatan lain di luar dirinya dan kekuatan itu adalah kekuatan dari Tuhan.

Pengharapan akan pertolongan dari Tuhan menjadi sumber yang tak habis-habisnya dalam kehidupan orang percaya.

Nabi Yesaya mengatakan bahwa orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mendapatkan kekuatan baru dan diumpamakan seperti burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Mereka mampu berlari dan tidak menjadi lesu dan bila berjalan tidak akan merasa lelah.

Tuhan begitu baik. Tuhan senantiasa memberi pertolongan kepada setiap orang yang berkenan kepada-Nya.

Anugerah-Nya tidak terbatas dan pintu kasih karunia-Nya tetap terbuka bagi orang-orang yang haus dan lapar akan kebenaran, dan yang hatinya senantiasa mencari wajah Tuhan.

Marilah mengandalkan Tuhan dan tetaplah melakukan hal-hal yang berkenan di hati-Nya.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita dengan kasih karunia-Nya yang tidak terbatas. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Kreated Media on Unsplash

Comments

comments