Jaminan Jiwa

Viewed : 966 views

Ibrani 13:5
Karena Allah telah berfirman: ”Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.”

Semua orang senang dengan jaminan, jaminan apapun itu.

Oleh karena itu banyak instansi atau pihak-pihak tertentu yang menawarkan jaminan.

Ada jaminan kesehatan, artinya bila seseorang sakit, maka biaya perobatannya ditanggung sesuai dengan perjanjian yang dibuat.

Ada jaminan kendaraan, artinya bila kendaraan hilang ataupun rusak, maka pihak penjamin dapat menanggung penggantian kehilangan maupun biaya perbaikan kerusakan.

Ada jaminan rumah, misalnya bila rumah mengalami musibah kebakaran, maka pihak penjamin dapat menanggung risikonya.

Ada jaminan atas jiwa, dalam hal ini bila seseorang meninggal dunia, maka pihak ahli waris akan menerima sejumlah uang sesuai kesepakatan dalam perjanjian.

Ada olahragawaan yang menjaminkan tubuhnya. Bila dia cidera dalam pertandingan, maka pihak penjamin akan segera mengurus biaya perobatan tubuh olahragawan tersebut.

Tentu saja untuk dapat menerima jaminan, kita harus memberikan sesuatu berupa uang ataupun bentuk kewajiban lainnya, dan tentu ini adalah wajar.

Masalah paling penting untuk dipikirkan adalah bagaimana dengan jaminan ketenteraman hati kita dalam mengisi kehidupan di bumi ini?

Bagaimana dengan jaminan jiwa kita ketika kelak sampai di batas usia hidup?
Siapa yang akan menjamin kita?
Siapa yang dapat diandalkan ketika itu?

Jawabannya adalah Allah!

Tuhan yang dapat dipercaya sepenuhnya untuk memimpin hidup kita sepanjang kita ada di dunia ini, dan Dia jugalah yang tetap setia menjadi TEMAN dan SAHABAT saat kita meninggalkan dunia ini mamasuki era dunia baru dalam kekekalan.

Dan bukan hanya untuk hidup yang akan datang. Untuk hidup kita yang sekarangpun, Tuhan jaminan kita. Allah senantiasa siap dan tangan-Nya terbuka setiap saat menolong kita. Allah tidak akan pernah membiarkan dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Itu janji-Nya.

Allah Bapa menyertai dan menolong kita dalam kehidupan new normal yang sedang kita jalani.

Allah Bapa menjadi MENTOR SEJATI dalam kehidupan tidak biasa yang nampaknya harus menjadi kebiasaan baru kita.

Oleh karena itu datanglah kepada Tuhan dan serahkan hidup ini kepada-Nya.

Tuhan tidak pernah menolak dan Dia tidak akan mempermalukan kita. Dia sungguh mengasihi kita.

Mari kita mengikut Dia.

Mari kita terus belajar untuk mengerti dan memahami kehendak-Nya serta melakukannya.

Yakin dan percayalah bahwa Tuhan menyertai dan menjamin hidup kita sepenuhnya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Susanne Jutzeler, suju-foto from Pixabay

Comments

comments