Kisah 1:4
Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang—demikian kata-Nya—”telah kamu dengar dari pada-Ku.
Kisah 2:4
Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
Pesan Tuhan Yesus agar setelah kepergian-Nya, murid-murid-Nya jangan meninggalkan Yerusalem. Para murid disuruh menantikan janji Bapa, mereka menantikan kedatangan Roh Kudus.
Murid-murid Yesus memenuhi pesan tersebut. Mereka berkumpul bersama di sebuah tempat.
Akhirnya Roh Kudus datang dan memasuki diri mereka. Tampaklah Roh Kudus hadir seperti lidah nyala api bertebaran dan menghinggapi para murid.
Salah satu manifestasi kedatangan Roh Kudus tersebut adalah mereka diberikan kemampuan dapat berbahasa lain yang tidak mereka ketahui sebelumnya.
Orang-orang dari berbagai pelosok yang waktu itu berkumpul terheran-heran dan tercengang bahkan bingung menyaksikan murid-murid Yesus yang berkata-kata dalam berbagai bahasa. Para murid berbicara dalam bahasa orang-orang yang datang tersebut. Sungguh ajaib!
Kita yang telah percaya dan menerima Kristus, kita juga telah menerima Roh Kudus. Roh Kudus ada di hati kita, walau kehadiran-Nya tidak sama bentuknya dengan hadirnya Roh Kudus menghinggapi murid-murid Yesus. Kita tidak melihat lidah-lidah nyala api.
Manifestasi kehadiran Roh Kudus juga bagi kita tidak sama, kita tidak diberi kemampuan berbahasa lain di luar bahasa kita. Tidak masalah!
Kita tidak harus sama persis seperti murid-murid ketika Roh Kudus menghinggapi mereka. Pengalaman kita berbeda dengan mereka. Namun demikian, kita juga adalah murid-murid Yesus. Kita mengalami kasih Allah yang sama. Kita memiliki pesan yang sama seperti para murid-Nya. Kita disuruh menjadi saksi Krisitus.
Manifestasi Roh Kudus dapat berbeda-beda bagi kita. Semua itu begantung kepada kehendak dan otoritas Allah. Tidak perlu dipersoalkan apa dan bagaimana pengalaman kita setelah menerima Yesus Kristus, setelah Roh Kudus masuk dan dimeteraikan di hati kita.
Efesus 1:13
Di dalam Dia kamu juga—karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu—di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu.
Walaupun pengalaman kita berbeda, yang penting adalah apa perintah-Nya. Kita diperintahkan menjadi saksi Kristus.
Kisah 1:8
Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.
Sahabat…
Mari kita bersyukur dan memuji Tuhan karena Roh Kudus sudah kita terima. Sekarang tugas dan tanggung jawab kita adalah menjadi saksi-Nya dalam panggilan hidup kita masing-masing. Apapun profesi kita, semua baik.
Sebagai anak-anak Tuhan yang telah ditebus, dalam semua bidang kerja kita dapat menyaksikan Kristus.
Selamat Hari Minggu.
Selamat Beribadah.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Gerd Altmann from Pixabay




