Pekerjaan Kita Akan Diuji

Viewed : 1,262 views

1 Korintus 3:13
Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Mungkin kita pernah mendengar kisah kecil di bawah ini…

Seorang manejer perusahaan pembangunan perumahan ingin mengundurkan diri dari jabatannya. Lalu dia membuat surat pengunduran diri kepada pemilik perusahaan.

Pemilik perusahaan tekejut dan tak menyangka manejer kepercayaannya akan mengundurkan diri.

Lalu manejer itu dipanggil dan pemilik perusahaan berkata, “Baiklah, kalau saudara mau mengundurkan diri tidak apa-apalah. Tetapi sebelum kamu resmi berhenti dari perusahaan ini, tolong buatkan sebuah rumah. Ukurannya dan letaknya terserah kamu, bahannyapun tereserah kamu, pokoknya buatlah kreasimu yang terbaik”

Manejer itu merasa dikerjai. Diapun pergi dan segera melakukan permintaan pimpinannya. Karena sudah segera ingin keluar, maka dia ingin serba cepat. Rumah permintaan pimpinannya dibuat seadanya, rumah petak kecil saja dengan hanya sebuah kamar tidur agar cepat selesai. Bahannyapun jelek berkualitas murahan. Pokoknya asal jadi sajalah.

Setelah selesai, manejer itu menghadap pimpinannya untuk melaporkan bahwa rumah yang dibangun sudah selesai. Dia menyerahkan kuncinya.

Lantas pimpinannya berkata, “Pergilah, ambillah rumah itu untuk kamu, karena rumah itu hadiah untuk kamu sebagai tanda ucapan terima kasih atas jasa-jasa kamu selama bekerja dengan saya.”

Manejer itu kaget dan menyesal. Dalam hatinya berkatalah dia kepada dirinya sendiri, ” Seandainya aku tahu rumah itu untukku, maka akan kubangun rumah besar yang terbaik dan mewah, letaknya pun akan strategis dan bahannya terbuat dari bahan pilihan.” Lalu dia pergi dengan penuh penyesalan.

Allah menyuruh kita berbuat apa yang terbaik selagi ada waktu melakukan sebaik apa yang mampu kita lakukan dalam hidup ini.

Apa yang akan kita perbuat?

Akankah kita menyesal nanti karena kita melakukan perkara-perkara semberono dan tidak bekualitas, dimana kitapun berkata, ” Seandainya saya tahu begini, saya akan melakukan … … …”

Akan tetapi tentu penyesalan tak berguna, karena kehidupan tak dapat lagi diulang.

Kalau tak mau menyesal pada saat hidup ini selesai, terlebih pada hari kedatangan Tuhan, maka mari lakukan yang terbaik sejak sekarang. Biarlah nanti tidak ada kata seandainya keluar dari dalam perbendaharaan hati kita.

Meskipun dalam hal-hal kecil. Mulailah sekarang mengerjakan perkara-perkara mulia dan terbaik yang dapat kita lakukan dalam panggilan hidup kita. Semua bagi Tuhan dan untuk sesama sebagai tanda dan buah-buah kehidupan bagi kita yang telah diselamatkan!

Tuhan memberkati. Amin

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by Michal Jarmoluk from Pixabay

Comments

comments