2 Timotius 4:5
Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!
Kita harus akui bahwa yang paling sulit dilakukan adalah menguasai diri dan bersabar ketika berada dalam situasi sulit.
Menguasai diri tercakup dalam hal keinginan, emosi, respons terhadap keadaan yang tak sesuai harapan, dan sebagainya.
Walau sulit, tetapi itulah yang dipesankan Rasul Paulus kepada Timotius, dan tentu bagi kita semua, agar kita dapat kendalikan diri dalam segala hal.
Penguasaan diri penting sebagai karakter kita, dan pada akhirnya hal itu merupakan daya tarik yang amat kuat untuk membuat Tuhan Yesus dikenal melalui hidup kita.
Dalam pesan Paulus kepada Timotius sebagai pemberita Injil dan dalam menunaikan pelayanan, maka penguasaan diri begitu penting.
Hanya sedikit di antara kita yang memang dipanggil khusus untuk melayani sepenuh waktu sebagai hamba-Nya, atau terpanggil dalam struktur gereja/ persekutuan.
Namun tugas kita adalah sama. Di dunia kerjapun atau di mana saja atau sebagai apapun, kita diminta untuk menunjukkan identitas dan jati diri kita sebagai anak-anak Tuhan. Kita adalah saksi-saksi Yesus. Kita adalah duta-duta Kristus untuk menyampaikan kabar baik. Kita menjadi pelayan dalam profesi kita masing-masing.
Meyakini hal tersebut, rasanya kita menyadari betapa pentingnya kita menguasai diri.
Sebab itu mari kita hafalkan, kita renungkan dan kita lakukan 2 Timotius 4:5 di atas.
Walau kita banyak gagalnya, mari kita bangkit lagi. Tuhan Yesus pasti menopang kita untuk mewujudkannya, sebab itulah kehendak-Nya.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita dalam penguasaan diri sepenuhnya. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by ashish choudhary from Pixabay




