Merendahkan Hati

Viewed : 778 views

RENUNGAN
Mazmur 105:38
Bermegahlah di dalam nama-Nya yang kudus, biarlah bersukahati orang-orang yang mencari TUHAN!

Sir Edmund Hillary menjadi terkenal setelah berhasil menjadi orang pertama menaklukkan puncak gunung Mount Everest. Para wartawan mewawancarai pengalamannya menaklukkan puncak gunung tersebut.

Di tengah-tengah wawancara, hanya satu orang saja wartawan yang tertarik mewawancarai seorang warga Nepal yang ikut dalam pendakian itu sebagai pemandu jalan bagi Hillary.

Wartawan bertanya kepada orang Nepal itu,
“Karena Anda pemandu jalan dalam pendakian itu, tentu Anda lebih tahu dan lebih memahami Mount Everest. Anda sebetulnya lebih layak sebagai orang pertama sampai di puncak. Tetapi mengapa bukan Anda? Mengapa Hillary?”

Dengan polosnya orang Nepal itu berkata,
”Ketika hampir sampai di puncak, saya menuntun dia dari bawah dan mempersilahkan dia duluan dari saya. Begitu dia sampai di puncak, maka saya kemudian menyusul”

Mendengar itu, selanjutnya wartawan bertanya,
”Mengapa begitu ? Sebetulnya Anda memiliki kesempatan emas untuk menjadi orang pertama menaklukkan Mount Everest?”

Sang pemandu berkata,
”Menjadi orang pertama atau menjadi orang keberapapun tidaklah masalah, itu bukanlah obsesi saya. Yang penting saya senang karena saya berhasil membuat Hillary mencapai keinginannya, dan dengan cara seperti itu saya merasa sangat berbahagia”

Pengalaman orang Nepal yang memandu Hillary menunjukkan betapa mulia dan luhur kepribadiannya yang mau merendahkan diri dan hatinya demi orang lain. Dia tidak merasa bersaing dengan Hillary.

Sebagai murid Yesus, mari kita terus belajar merendahkan hati. Biarlah kemegahan utama kita tidak diletakkan di dalam apa kata orang tentang kita. Hendaklah kita bermegah di dalam Tuhan. Bersukacitalah jika kita ”berhasil” membuat Tuhan tersenyum atas sikap dan tindakan kita dalam semua hal.

Mulialah nama Tuhan dengan cahaya kehidupan kita di hadapan semua orang… cahaya yang menerangi… bukan menyilaukan !

Matius 5:16
”Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.”

Selamat bekerja.
Selamat beraktifitas.
Selamat melayani.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments