108. ‘Kado Valentine’

Viewed : 434 views

Khayalku terbang jauh tinggi melayang. Walau kabut tebal membentang, tekadku pantang mundur. Tekad membaja untuk cari tahu perihal hari-hari pertama di Taman Kayangan. Perjalanan ini sulit, seperti mencari jejak bayangan. Dapatkah membayangkan apa yang tak pernah muncul dalam lamunan? Mungkinkah menuturkan yang tak terlintas dalam ingatan?

Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia:

-1 Korintus 2:9

Petualangan ini langka, sulit, bak mencari kesan dari impian yang telah hilang. Impian sejak purbakala yang telah sirna sebelum terik matahari terasa menyengat. Angan-angan sejak awal hari di Taman Eden yang pupus sebelum tangis bayi terdengar. Pengembaraan ini tak ada ujung; kapankah tampak penghujung? Jika logika mulai lumpuh, biarlah hati rindu yang kukuh.

Lupakan sejenak kisah “buah apel” dengan segala doktrinnya yang membingungkan. Singkirkan ingatan rayuan maut sang ular dengan segala ulasan buntu tak memuaskan. Jangan buru-buru beralih ke kisah kejatuhan Adam-Hawa, apalagi debat soal dogma yang tak ada habisnya.

Lihat! Apa yang terjadi sebelum nyamuk menyengat manusia. Simak! Kala Hawa belum merasakan sakit bersalin. Dengar! Ketika Adam tak berjumpa dengan onak duri, tatkala peluh belum membasahi pipi di bawah sengat matahari. Selagi lara belum menghampiri dan duka menyakiti. Semasa maut tak dikenal. Siap?

pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah [para malaikat] bersorak-sorai?

-Ayub 38: 7

Pejamkan mata sejenak, rasakan senangnya hati Allah ketika Dia telah selesai menciptakan alam semesta. Saksikan senyum-Nya melihat Adam dan Hawa bercengkerama. Bintang-bintang turut bergembira, beo berkicau ria. Burung jalak, punai, dan cenderawasih menari ceria. Hiu, paus, hingga mujair, semua bersukacita. Serigala, beruang, dan singa bermain dengan anak domba. Matahari bersinar lega, daun pisang hingga gangga bersel tunggal senyum riang. Dapatkah Sahabat rasakan?

Sebagai tanda ikatan cinta bak seperti di hari Valentine di Taman Eden, Allah memberi setangkai bunga mawar merah kepada Adam dan Hawa. Allah melihat sekeliling emas, batu krisopras, dan batu mulia lainnya (Kejadian 2: 12) sungguh semuanya indah. Allah memulai drama romantika ilahi ini dengan memberikan kado istimewa kepada kekasih-Nya.

Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.

-Kejadian 1: 28

Seolah-olah Allah berkata: “Hai, Sayang, semua ini Kuberikan kepadamu sebagai tanda cinta-Ku.” Sebelum Adam sempat merespons karena gagap menerima kado yang luar biasa itu, Dia berbisik mesra: “Nikmati dan bersenang-senanglah! Semua ini milikmu, yes, ini semua milikmu.”

Wow, dapatkah Sahabat merasakan gejolak cinta-Nya? Burung di udara terbang secara akrobatik, dedaunan melambai-lambai bak bertepuk tangan ditiup angin sepoi-sepoi, katak berjingkrak ke sana-sini, semuanya turut merasakan suasana surgawi. Ini hari-hari Valentine di Taman Eden. Semasih cinta dan kasih sayang kental di antara pepohonan. Dapatkah Sahabat rasakan suasana hari-hari pertama di Taman Eden?

Selamat Hari Valentine.

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” dan “Divine Love Story” karya NSM

Comments

comments