Memuji Tuhan

Viewed : 4,229 views

RENUNGAN
Mazmur 103:1-2
Dari Daud. Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!
Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Daud berseru kepada dirinya sendiri untuk memuji-muji Tuhan. Dia memerintahkan dirinya untuk memuji Allah.

Perhatian kita sering melihat apa yang belum ada, apa yang masih kurang, apa yang sebetulnya bukan untuk kita, dan sebagainya.

Akibatnya kita menuntut terus, merasa kekurangan terus dan merasa orang lain lebih beruntung… tidak plong hati ini memuji Tuhan.

Kita adalah kita dan orang lain adalah orang lain. Kita tidak sama dalam banyak hal dengan orang lain. Biarlah Tuhan memberikan apa yang Dia pandang layak bagi kita dan biarlah Tuhan memberikan apa yang Dia pandang baik bagi orang lain.

Ukuran kasih sayang Tuhan bukanlah berdasarkan apa yang dapat terlihat oleh mata saja. Kebaikan dan kasih-Nya melebihi apa yang dapat kita pikirkan dan melampaui pandangan mata kita.

Kasih Tuhan terbesar adalah:
Dia telah mengangkat dan menjadikan kita anak-anak-Nya. Kita menjadi pewaris Kerajaan Allah. Roh Kudus ada dalam hati kita. Dia berdiam dalam diri kita. Dia membuat kita jadi berharga. Kalau kita tidak di dunia bulat ini lagi nanti, kita akan kekal bersama Dia.

Adakah yang lebih besar dari itu?

Dengan memuji Tuhan, kita dapat menyentuh hati terdalamTuhan. Memuji Tuhan adalah obat manjur terhadap rasa kecewa, terhadap segala bentuk kekhawatiaran dan kegentaran.

Oleh karena itu semestinyalah kita seperti Daud… mari memerintahkan dan mengaktifkan segenap sel-sel tubuh kita tanpa syarat apa-apa untuk senantiasa berkata:
Pujilah Tuhan
Pujilah nama-Nya
Jangan lupakan kebaikan-Nya

Sungguh besar Kau Allahku…
Sungguh besar Kau Allahku…
Sungguh besar Kau Allahku…
Sungguh besar Kau Allahku…

Selamat beraktifitas..
Selamat melayani…

Tuhan memberkati dan menyertai kita.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments