Tangan

Viewed : 2,644 views

RENUNGAN
Pengkhotbah 9:10
Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi.

Dahulu ada salah satu mata pelajaran sekolah disebut sebagai prakarya atau pekerjaan tangan. Dalam pekerjaan tangan itu, para siswa disuruh membuat suatu karya… bekerja menghasilkan sesuatu yang dapat dilihat nyata dan ada manfaatnya.

Orang yang berbaik hati dan suka menolong disebut sebagai ringan tangan.
Orang yang tidak melakukan apa-apa disebut berpangku tangan.
Orang yang suka mengambil bukan haknya dijuluki panjang tangan.
Orang yang bekerja atau melakukan sesuatu atas perintah atau suruhan diistilahkan dengan perpanjangan tangan.

Masih ada istilah-istilah lain yang dikaitkan dengan tangan. Tangan adalah simbol atau lambang bekerja, beraktifitas dan berusaha.

Pengkhotbah mengingatkan kita untuk tekun bekerja. Apa saja yang dijumpai tangan untuk dilakukan agar dikerjakan dengan sekuat tenaga. Itu pesan penting.

Tenaga dan kapasitas kita tidak sama. Pekerjaan kita berbeda-beda. Upah kerja kitapun tidak sama… ada yang besar dan ada yang kecil (walau besar dan kecil relatif artinya). Tetapi persamaannya ada yaitu sungguh-sungguh.

Hendaknya keseriusan kerja tidak bergantung kepada besarnya upah. Dalam pandangan Tuhan, orang yang upahnya kecil namun bekerja keras jauh lebih mulia dan terhormat daripada orang yang ditempatkan di tempat basah berupah besar namun malas-malasan.

Bagi setiap anak-anak Tuhan mestinya tidak ada lagi istilah malas, meski memang sering itu jugalah masalah yang sering kita hadapi.

Lebih lanjut Pengkhotbah mengatakan bahwa bekerja sungguh-sungguh itu adalah sekarang, selagi kita hidup. Pekerjaan tidak ada di dunia orang mati. Setelah mati tidak lagi pekerjaan… yang ada adalah status menunggu saja… menunggu datangnya HAKIM AGUNG.

Makna lain yang mungkin agak berat untuk disebutkan (saya minta maaf…), bahwa orang yang sehat fisiknya, namun malas bekerja dan tidak serius dengan tanggung jawabnya adalah sebetulnya sudah berada di dunia orang mati, walau dia masih tarik nafas. Dia hanyalah menghabis-habiskan sumber daya alam saja.

Para sahabat… mari kita tekun bekerja. Biarlah tangan kita bekerja efektif menghasilkan apa yang berguna bagi diri kita… bagi keluarga… bagi masyarakat luas. Bekerja keras yang mendatangkan manfaat adalah salah satu kehormatan hidup dan itu berkenan di hadapan Tuhan.

Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

 

Comments

comments