Menara Babel dibangun di atas fondasi keangkuhan dan glorifikasi pencapaian diri. Sebuah ambisi untuk memopulerkan nama sendiri; obsesi akan self-sufficiency dalam segala aspek kehidupan. Babel berdiri sebagai perlambang tekad kemandirian—suatu pilihan sadar untuk mengatur diri sendiri, lepas dari keterikatan kepada Sang Ilahi. Etemenanki, nama sebuah ziggurat monumental di kota Babilonia, oleh para ahli ditengarai sebagai…
Tag: Babel
481. Mencari Nama!
Di Babel-lah untuk pertama kali peradaban mufakat dalam suara bulat—sebuah deklarasi global atas arah kebudayaan. Di kota inilah digaungkan proklamasi hidup, menuju masyarakat beradab yang berpijak pada daya kemampuan sendiri sebagai satu-satunya fondasi kemajuan kebudayaan. Alih-alih memuliakan nama YHWH, peradaban sejak saat itu justru bertekad membesarkan nama bagi diri sendiri (Kejadian 11:4). Eksistensi kemanusiaan dianggap…