1 Korintus 9:25
Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.
Disiplin dan penguasaan diri harus ada dalam diri seorang olahragawan yang ingin menang atau mempertahankan juara dalam pertandingan. Kemenangan sangat ditentukan oleh sejauh mana kedisiplinan diterapkan. Perlu disiplin melatih fisik, disiplin beristirahat, disiplin menjaga makanan dan sebagainya.
Kehidupan rohani juga sama. Perlu latih diri dan disiplin. Mengenakan disiplin rohani sering tidak nyaman, apalagi pada awalnya terasa amat berat. Tetapi bila dibiasakan, maka akan terasa semakin ringan. Memulainya sering susah. Susah mendisplin diri membaca dan belajar firman-Nya setiap hari, terlebih melakukannya.
Sering kita merasa penting tidak penting merenungkan firman-Nya. Tulisan dalam Alkitab seperti huruf mati semuanya. Seakan tidak ada satupun huruf hidupnya. Apalagi saat-saat kita memang sibuk, maka terabaikanlah waktu teduh kita. Padahal sering di antara kesibukan itu, justru ada hal-hal tertentu yang sebetulnya tidak penting bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan kesibukan kita; toh masih sempat-sempatnya untuk dilakukan.
Merenungkan firman Tuhan adalah salah satu bentuk saja dari beberapa disiplin rohani yang semestinya kita lakukan. Tentu masih ada yang lain juga.
Dengan tuntunan Tuhan dan semangat yang gigih, marilah belajar mendisiplin fisik jasmani dan rohani kita, agar kita tetap sehat total luar dan dalam. Dengan demikian kita siap tempur setiap waktu untuk meraih kemenangan.
Mahkota abadi disiapkan dan dianugerahkan Allah kepada setiap pemenang. Sungguh indah bila kita menjadi salah satu elemen di dalam himpunan para pemenang tersebut.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator




