482. Misteri Babel

Menara Babel dibangun di atas fondasi keangkuhan dan glorifikasi pencapaian diri. Sebuah ambisi untuk memopulerkan nama sendiri; obsesi akan self-sufficiency dalam segala aspek kehidupan. Babel berdiri sebagai perlambang tekad kemandirian—suatu pilihan sadar untuk mengatur diri sendiri, lepas dari keterikatan kepada Sang Ilahi. Etemenanki, nama sebuah ziggurat monumental di kota Babilonia, oleh para ahli ditengarai sebagai…

Rahmat-Nya Tak Pernah Habis

Ratapan 3:22-25 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu ! ‘TUHAN adalah bagianku,’ kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Seorang penjelajah beberapa tempat berbahaya, membuat catatan daerah-daerah yang pernah dikunjunginya. Dalam peta yang…