Rahmat-Nya Tak Pernah Habis

Viewed : 474 views

Ratapan 3:22-25
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu ! ‘TUHAN adalah bagianku,’ kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia.

Seorang penjelajah beberapa tempat berbahaya, membuat catatan daerah-daerah yang pernah dikunjunginya.

Dalam peta yang dipakainya, dia menandai daerah-daerah tertentu dengan memberi komentar:
•⁠ ⁠Di sini banyak ular berbisa!
•⁠ ⁠Di sini berkeriapan kalajengking!
•⁠ ⁠Di sini lokasi beruang ganas!
•⁠ ⁠Di sini orangnya kasar dan kanibal!
•⁠ ⁠Di sini sulit air!
•⁠ ⁠Di sini rawan longsor!

Keterangan-keterangan menakutkan sesuai pengalamannya dicatat dalam peta itu. Melihat penjelasan dalam peta itu, orang menjadi takut dan enggan pergi ke sana; kecuali orang nekad dan bernyali besar.

Copy catatan dan peta itu ditemukan dan dibaca oleh seorang utusan Injil. Dengan penuh antusias dia malah menulis dalam copy peta daerah-daerah berbahaya tadi dengan tulisan:
•⁠ ⁠Di daerah ini Tuhan bekerja!
•⁠ ⁠Di daerah ini kuasa Tuhan akan nyata!
•⁠ ⁠Di sini Tuhan menanti dan memberkati!

Utusan Inji itu merasa terbeban dan tergerak hatinya untuk pergi ke daerah-daerah tersebut untuk memberitakan Injil. Maka dengan iman dan keyakinan teguh kepada janji Tuhan, dia berangkat.

Luar biasa. Kuasa Tuhan nyata. Meski banyak tantangan yang dialami di daerah-daerah berbahaya itu, namun banyak orang bertobat dan menerima Kristus.

Walau kita bukan sebagai utusan Injil saat ini, tetapi kejadian tersebut menjadi renungan bagi kita bahwa pengalaman hidup tidak selalu mulus seperti apa yang diharapkan. Barangkali ada pengaruh pengalaman buruk masa lalu yang sulit untuk dilupakan, sehingga berakibat kita pesimis menghadapi masa depan; seolah ada “bahaya” menghadang. Akan tetapi kita diingatkan bahwa tantangan berat dapat dihadapi dengan keyakinan teguh kepada Tuhan, sehingga kita kuat dan terus maju.

Dari diri kita sendiri sering muncul perasaan ragu dan bimbang. Timbul perasaan takut dan was-was serta khawatir berlebihan. Tetapi Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, Dia tetap membela kita. Dia dapat diandalkan. Tidaklah penting untuk terlalu memikirkan apa yang akan kita hadapi ke depan.

Berjalan sajalah kita dengan hikmat dan tuntunan-Nya. Yang penting adalah bagaimana sikap kita menghadapi hidup ini. Itulah kekuatan kita. Tuhan pembela kita yang setia; sebab tak berkesudahan kasih setia Tuhan. Rahmat-Nya tak pernah habis, bahkan selalu baru setiap pagi dan setiap hari. Sungguh besar kesetiaan Tuhan.

Mari kita berharap kepada-Nya, sebab Tuhan baik bagi setiap orang yang berharap kepada-Nya.

Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.

Tuhan senantiasa menyertai dan memberkati kita. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments