2 Timotius 3:16
Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk men-didik orang dalam kebenaran.
Bagaimana kita menilai diri kita dan bagaimana kita menilai orang lain?
Bagaimana orang lain menilai kita?
Apa ukurannya?
Kita sering menilai diri kita menurut standard kita sendiri atau apa kata orang sehingga salah menilai.
Menilai diri lebih tinggi, dapat berakibat muncul kesombongan. Bila merasa diri kita lebih rendah, sering muncul rasa rendah diri dan merasa tidak berarti.
Standar atau cermin yang semestinya kita pakai menilai diri kita adalah firman Tuhan; apa kata Allah tentang kita. Kalau kita memakai firman Allah, kita akan mengenal diri kita benar dan tepat. Kita akan mengetahui siapa kita. Kita juga tidak salah memberi penilaian terhadap orang lain.
Dengan demikian kita akan lebih dapat menghargai siapapun. Bahkan kita dapat mempererat hubungan dan membuat jembatan persahabatan tanpa mempertimbangkan situasi dan kedudukan orang. Kitapun dapat menerima diri kita sebagaimana kita adanya.
Jika kita menerima diri kita sepenuhnya, kita akan dimampukan dapat menerima orang lain apa sepenuhnya juga.
Mari kita mengenal siapa kita di hadapan Tuhan sesuai firman-Nya. Firman-Nya menghibur dan menguatkan kita. Firman-Nya menuntun kita kepada pertobatan dan perubahan. Dengan firman-Nya kita dimotivasi untuk melakukan setiap hal dengan cara terbaik.
Firman Tuhan menolong kita memahami bahwa meskipun tadinya kita debu, tetapi kita telah ditebus. Kita menjadi berharga di hadapan-Nya.
Oleh karena itu mari kita memiliki hati yang terus rindu dan haus akan firman-Nya yang bermanfaat untuk:
• mengajar dan menuntun kita melakukan apa yang patut,
• menyatakan kesalahan yang kita telah perbuat agar terjadi pertobatan yang terus menerus,
• memperbaiki kelakuan; karakter Kristus semakin nyata dalam diri kita,
• mendidik kita dalam kebenaran; kita dimampukan memiliki kebiasaan baik dan benar.
Bila firman Tuhan yang diilhamkan Allah menjadi pedoman kita, maka dari situlah awalnya kita memiliki sistem nilai yang benar. Di luar firman Tuhan, sistem nilai kita tidak akan pernah pas.
Selamat bekerja.
Selamat beraktivitas.
Selamat melayani.
Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator



